Dark/Light Mode

Maskapai Sematkan Predikat Excellent Untuk Layanan Navigasi Penerbangan Indonesia

Sabtu, 9 Februari 2019 09:20 WIB
Hasil survey SLA diberikan oleh Sekjen INACA Tengku Burhanudin (kedua kanan) kepada Direktur Keuangan Airnav Indonesia, Hendroyono (kedua kiri). (Foto : dok AirNav)
Hasil survey SLA diberikan oleh Sekjen INACA Tengku Burhanudin (kedua kanan) kepada Direktur Keuangan Airnav Indonesia, Hendroyono (kedua kiri). (Foto : dok AirNav)

 Sebelumnya 
Tingkatkan Layanan

Direktur Keuangan AirNav Indonesia, Hendroyono, memastikan bahwa capaian ini tidak akan membuat AirNav Indonesia berpuas diri. Saran, masukan, dan kritik yang didapatkan dari para pilot dan tim INACA akan segera ditindaklanjuti, demi peningkatan kualitas layanan navigasi penerbangan.

Baca juga : Banyak Pohon Ngambang Akibat Longsor Di Bekasi

“Pada hasil survei yang diberikan kepada kami, terdapat pula beberapa rekomendasi konstruktif. Baik yang bersifat teknis maupun non teknis, yang dapat kami gunakan dalam meningkatkan kualitas layanan navigasi penerbangan di ruang udara Indonesia. Kami akan menyerap berbagai rekomendasi tersebut, dan mengimplementasikannya sebaik mungkin. Sehingga, keselamatan penerbangan dan konektivitas di ruang udara Nusantara dapat terus ditingkatkan,” terangnya.

Hendroyono menjabarkan, AirNav Indonesia terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi pengguna jasa, yakni maskapai penerbangan. “Pada tahun 2019 ini, kami menginvestasikan Rp 2,6 triliun untuk peralatan CNS-A (Communication, Navigation, Surveillance and Automation) dan peningkatan kompetensi personel layanan navigasi penerbangan. Termasuk pula di dalamnya, pembangunan ATC (Air Traffic Control) Tower dan fasilitas CNS-A di New Yogyakarta International Airport (NYIA) dalam mendukung program pengembangan bandara baru yang diusung pemerintah,” papar Hendroyono.

Baca juga : Puan Harumkan Nama Indonesia

“Selain bandara-bandara besar, program investasi tahun ini juga kami fokuskan untuk bandara-bandara perintis. Termasuk, bandara-bandara di Papua. Hal ini penting untuk menjamin pemerataan kualitas layanan navigasi penerbangan di seluruh ruang udara Indonesia. Kualitas layanan navigasi penerbangan yang prima, akan mendukung peningkatkan konektivitas udara. Sehingga, akan berkontribusi pula terhadap peningkatan aktivitas perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. [TIM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :