Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Investasi Manufaktur Naik 44,7 Persen
Menperin Yakin Ekonomi Bakal Kembali Menguat
Selasa, 28 April 2020 06:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pertumbuhan investasi industri manufaktur mencatatkan performa ciamik di tengah pandemi. Triwulan pertama 2020, total penanaman modal sektor manufaktur tercatat Rp 64 triliun, atau naik 44,7 persen dibanding periode sebelumnya sebesar Rp 44,2 triliun.
Kenaikan ini diyakini akan membuat ekonomi kembali menguat.
Baca juga : Menteri Bambang Ajak Diaspora Pulihkan Ekonomi Pasca Corona
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, capaian investasi ini terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 19,8 triliun serta Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 44,2 triliun.
“Pada kuartal I-2020 ini, nilai investasi industri manufaktur memberikan kontribusi yang signifikan, hingga 30,4 persen dari total investasi keseluruhan sektor Rp 210,7 triliun,” kata Agus di Jakarta, kemarin.
Baca juga : Trend Korban Corona Terus Menurun, Iran Kembali Bernapas
Menperin menyebutkan, jumlah sumbangsih tersebut melonjak dibanding perolehan pada periode yang sama tahun lalu, yakni PMDN sekitar Rp 16,1 triliun dan PMA Rp 28,1 triliun.
Dijelaskan lebih rinci, ada beberapa sektor manufaktur yang menyetor nilai investasi secara signifikan pada kuartal I-2020. Di antaranya industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya dengan nilai investasi sebesar Rp 24,54 triliun.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya