Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bertengger di Rp 14 Ribuan, Mata Uang Garuda Tunjukkan Keperkasaan
Kamis, 30 April 2020 16:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rupiah bergerak melesat di angka Rp 14 ribuan per dolar Amerika Serikat. Rupiah pun ditutup pada perdagangan mencapai di level Rp 14.825 atau naik melesat sekitar 2,85 persen per dolar AS di pasar spot hari ini, Kamis (30/4).
Sejak pagi hari ini, sepertinya rupiah menunjukkan keperkasaannya di hadapan dolar AS. Rupiah pada pembukaan sudah mengalami penguatan hingga 1,1 persen atau 167 poin di level Rp 15.127 per dolar AS.
Beranjak di siang hari, rupiah terpantau menguat hingga 400 poin atau 2,62 persen mencapai level Rp 14.895 per dolar AS. Angka ini naik drastis dibanding penutupan kemarin yang mencapai level Rp 15.295 per dolar AS.
Baca juga : Sore Ini, Mata Uang Garuda Sukses Tunjukkan Kesaktian
Melonjaknya rupiah juga diikuti mata uang Asia lainnya, Won Korea Selatan menguat 1,16 persen, Baht Thailand naik 0,32 persen, Dolar Singapura 0,18 persen. Diikuti Yuan China menguat 0,36 persen, Ringgit Malaysia 0,71 persen, dan Yen Jepang naik 0,22 persen.
Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan, penguatan rupiah hari ini dipengaruhi sikap bank sentral AS (The Fed) yang mempertahankan suku bunga acuan di angka nol persen.
Hal ini, juga adanya sentiment positif dari harga minyak yang mulai bangkit (rebound), kemudian adanya optimism pelonggaran lockdown di sejumlah negara lantaran pandemi Covid-19, serta kegiatan manufaktur di China yang mulai tumbuh pada April 2020.
Baca juga : Jalani Karantina di Pelatnas, Greysia: Kangen Sama Tunangan
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengaku bersyukur rupiah mampu menguat tajam bahkan menjadi yang terkuat di Asia pada perdagangan hari ini. Selama ini pergerakan rupiah sempat menembus Rp 16 ribu di pertengahan Maret yang undervalue.
“Alhamdulillah rupiah bergerak di bawah Rp 15 ribu, tadi trading sempat ke Rp 14.800 per dolar AS, saya yakin jumlah ini akan terus meningkat,” ucap Perry saat melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Kamis (30/4).
Apalagi saat ini lanjut Perry, defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) akan lebih rendah dari 1,5 persen dari PDB dari perkiraan yang ada dikisaran 2,5-3 persen dari PDB. Begitu pula dengan bergairahnya di pasar lelang SBN yang menyentuh imbal hasil (yield) 8,08 persen yang sudah turun di kisaran 7,97 persen dibanding dengan US Treasury. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya