Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PSBB Berlanjut, Anggota Dewan Wanti-wanti Pemprov Jabar Antisipasi Dampak Sosial Ekonomi
Sabtu, 9 Mei 2020 15:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemberlakuan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten/Kota Jawa Barat membuat masa krisis Covid-19 semakin panjang. Hal ini tentu akan berdampak pada situasi sosial ekonomi masyarakat, terutama bagi buruh harian dan kelompok yang bekerja serabutan tanpa penghasilan tetap, yang banyak bercokol di hampir sudut kota.
Dalam penerapan PSBB tahap kedua ini, Anggota DPRD Jabar Ridwan Solichin meminta Gubernur Jabar dan para Bupati untuk mengantisipasi dampak sosial ekonomi di masa krisis Covid-19 ini karena dampak tersebut akan semakin terasa bagi masyarakat yang memiliki upah harian atau bekerja serabutan.
Baca juga : Mensos Sampaikan Salam Dari Jokowi
Akibat kebijakan diam di rumah, masyarakat yang menggantungkan penghasilan dalam upah harian semakin tertekan. "Mereka kini semakin kesulitan mendapat penghasilan harian yang biasa didapatkan karena hampir semua sektor tidak beroperas," ungapnya pada Warta Ekonomi, Jumat (8/5).
"Yang paling menderita adalah para pekerja harian dan kelompok masyarakat yang bekerja serabutan. Kalangan ojek sepeda motor, misalnya, sejak adanya instruksi stay at home, mereka menjadi kehilangan penumpang dan pelanggan, order makanan jauh berkurang. Padahal, ojek adalah pekerjaan alternatif setelah banyaknya industri melakukan PHK yang tidak terkendali," tambahnya.
Baca juga : DPD Usul Anggaran Pertanian Tak Jadi Dipotong
Ridwan menilai kebutuhan masyarakat akan selama Ramadan dan Idul Fitri 1441 H akan makin meningkat. Pasalnya, setiap perusahaan akan kesulitan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) karena minimnya pemasukan akibat pandemi Covid-19.
Hal ini perlu diperhatikan semua pihak, terutama gubernur dan bupati, juga jajaran Polri agar tidak berdampak pada ancaman Kamtibmas.
Baca juga : Dibatasi Tanpa Sanksi, Gimana Mau Dipatuhi
Ridwan menambahkan kebutuhan sosial ekonomi masyarakat akan terus meningkat dan tuntutan THR akan muncul, sementara industri sudah menerapkan stay at home.
"Tentu saja hal ini berdampak pada menurunnya produktivitas dan income perusahaan yang akan menjadi masalah," pungkas Ridwan. [SRI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya