Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Turunnya Harga Bawang Bombay, Gula Pasir, dan Emas Perhiasan Tekan Inflasi Mei
Rabu, 3 Juni 2020 11:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2020 dilaporkan tetap rendah di angka 0,07 persen (mtm). Sedikit turun dibanding inflasi April 2020, yang mencapai 0,08 persen (mtm).
Perkembangan inflasi Mei 2020 juga lebih rendah dibanding pola inflasi pada periode Ramadhan dan Idulfitri, yang dalam lima tahun terakhir mencapai 0,69 persen (mtm).
Dengan perkembangan tersebut, secara tahunan inflasi IHK Mei 2020 tercatat sebesar 2,19 persen (yoy). Angka ini turun bila dibandingkan dengan inflasi bulan lalu, yang tembus 2,67 persen (yoy).
Baca juga : Pertamina Bagikan APD dan Masker Untuk Tenaga Medis TNI AL
"Ke depan, BI terus konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah. Baik di tingkat pusat maupun daerah. Agar inflasi tetap rendah dan terkendali, dalam target 3 persen plus minus 1 persen pada 2020," ucap Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko, dalam keterangan resmi, Rabu (3/6).
Inflasi IHK Mei 2020 yang rendah dipengaruhi inflasi inti yang melambat, dari 0,17 persen (mtm) pada bulan sebelumnya menjadi 0,06 persen (mtm).
Menurut kelompok barang, perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh deflasi komoditas bawang bombay dan gula pasir, serta meredanya inflasi emas perhiasan.
Baca juga : Harga Bawang Merah Dan Gula Pasir Tinggi, Jokowi Perintahkan Cek Lapangan
Secara tahunan, inflasi inti tercatat 2,65 persen (yoy). Angka ini melambat dibanding inflasi April 2020, yang besarnya 2,85 persen (yoy).
Melambatnya inflasi inti tak lepas dari pengaruh melambatnya permintaan akibat pandemi Covid-19, konsistensi kebijakan BI mengarahkan ekspektasi inflasi, serta rendahnya harga komoditas global dan terjaganya stabiitas nilai tukar.
Kelompok volatile food juga kembali mencatat deflasi 0,50 persen (mtm), lebih dalam dibandingkan dengan perkembangan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi 0,09 persen (mtm).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya