Dark/Light Mode

Top, BNI Dukung Kemudahan Bisnis 400 Investor Jepang

Rabu, 15 Juli 2020 07:20 WIB
BNI perluas basis nasabah sebanyak 400 perusahaan Jepang yang telah menjadi nasabahnya.
BNI perluas basis nasabah sebanyak 400 perusahaan Jepang yang telah menjadi nasabahnya.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk melalui unit International Desk terus mendukung masuknya investasi modal asing, khususnya perusahaan-perusahaan Jepang ke Indonesia.

BNI memudahkan layanan bagi para investor saat berbisnis. Kenyamanan yang disiapkan mencakup pembukaan rekening giro dan cash management, foreign exchange (forex), penerbitan letter of credit (L/C), pemberian fasilitas modal kerja, penyediaan informasi tentang kondisi perekonomian, iklim investasi hingga menyelesaikan perizinan serta relokasi usaha di Indonesia. 

Alhasil, bank pelat merah ini mampu menghimpun dana sekitar Rp 6,5 triliun, plus mendapatkan perluasan basis nasabah sebanyak 400 perusahaan Jepang yang telah menjadi nasabah BNI. 

Direktur Tresuri dan Internasional BNI, Putrama Wahyu Setiawan menjelaskan, saat ini di Indonesia terdapat lebih dari 1.500 perusahaan yang merupakan bagian dari investasi Jepang dengan bentuk joint venture atau anak perusahaan. 

Baca juga : TikTok Dukung UMKM Lewat Layanan Iklan

Perusahaan-perusahaan tersebut sebagian besar adalah nasabah Bank Pembangunan Daerah di Jepang (Japan Regional Banks/ JRB) yang berinvestasi di Indonesia. Sebagian besar merupakan perusahaan berbasis teknologi. JRB tersebut, tidak memiliki kantor cabang di Indonesia. 

BNI memanfaatkan kondisi tersebut dengan memberikan pelayanan perbankan lengkap bagi JRB beserta nasabah JRB di Indonesia. 

Salah satu terobosan yang dilakukan BNI dalam berkolaborasi dengan JRB adalah menyediakan fasilitas kredit dalam denominasi Yen atau Rupiah untuk perusahaan-perusahaan Japanese-Indonesian related yang berorientasi ekspor. 

Fasilitas ini diberikan melalui skema penjaminan dari bankbank JRB (back to back loan). Skema ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh bank lokal di Indonesia. 

Baca juga : Kementan: Sapi Wagyu BIB Lembang Dukung Ketersediaan Daging Premium Di Indonesia

Hal ini bisa dilakukan karena BNI memiliki Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) di Tokyo yang memiliki perjanjian kerja sama dengan bank-bank regional di Jepang. 

“Pinjaman dalam bentuk Yen atau Rupiah ini dimungkinkan dengan adanya dukungan pendanaan dari 54 Japan Regional Bank (JRB) melalui BNI Tokyo, sehingga pinjaman yang diberikan memiliki bunga yang kompetitif,” ungkap Putrama. 

Kerja sama dengan JRB ini telah membuahkan hasil. BNI mampu menghimpun dana sekitar Rp 6,5 triliun, plus mendapatkan perluasan basis nasabah sebanyak 400 perusahaan Jepang yang telah menjadi nasabah BNI. 

BNI Tokyo juga berperan aktif untuk menarik investor-investor Jepang ke Indonesia bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Tokyo. 

Baca juga : RUU Cipta Kerja Mudahkan Investor Masuk

Sepanjang semester I-2020, kinerja unit International Desk sendiri cukup menggembirakan dimana eksposur pinjaman tumbuh 44,4 persen secara tahunan, serta Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh sebesar 18,4 persen. 

Ke depannya, BNI merencanakan untuk menyediakan serta mengembangkan layanan yang sama untuk investor-investor yang berasal dari Korea dan China.

 “Kami mengharapkan perusahaan Jepang lainnya juga tertarik untuk mendapatkan pembiayaan melalui skema ini dan juga menggunakan layanan perbankan lainnya dari BNI secara menyeluruh. Bila ada perusahaan Jepang yang telah menggunakan BNI, tentunya mereka akan mereferalkannya kepada perusahaan Jepang lainnya,” pungkas Putrama. [KPJ]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.