Dark/Light Mode

Menko Luhut Apresiasi Pertamina Sukses PLBC dan TKDN RDMP Cilacap

Selasa, 21 Juli 2020 22:28 WIB
Menko Luhut Apresiasi Pertamina Sukses PLBC dan TKDN RDMP Cilacap

 Sebelumnya 
Kunjungan ke RDMP Kilang Cilacap Pertamina turut dihadiri Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR Danis Hidayat, Direktur Utama Pertamina NIcke Widyawati, dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen.

Selain kunjungan ke RDMP Cilacap, Luhut juga meninjau PLBC yang telah terintegrasi dengan Kilang Cilacap.

Menurutnya, sejak PLBC beroperasi, produksi Pertamax RON 92 di Kilang Cilacap meningkat signifikan menjadi 1,6 juta barrel per bulan, dari sebelumnya 1 juta barrel.

Luhut juga kembali mengapresiasi Pertamina, atas selesainya PLBC pada tahun 2019 dan kemajuan TKDN yang lebih baik. Ia berharap, cakupannya ke depan bisa lebih luas. Tak hanya di pembangunan sipil, namun juga komponen lainnya dalam pembangunan infrastruktur.

Baca juga : Resmi Beroperasi, Pertamina Luncurkan Pertashop Pertama di Pulau Sulawesi

Dalam 3 tahun terakhir, jelas Nicke, TKDN dalam proyek Pertamina terus mengalami peningkatan.

Sesuai hasil audit BPKP tahun 2018, TKDN Pertamina mencapai 38,17 persen dan naik menjadi 43,16 persen pada tahun 2019. Sesuai prognosa triwulan 1 2020, TKDN Pertamina mencapai 52,20 persen.

Nicke menambahkan, per 12 Juli 2020, Pertamina mencatat kemajuan proyek RDMP Cilacap dalam early work mencapai 25,59 persen dimana terdapat beberapa pekerjaan di zona satu di antaranya Cut Soil, Temp Drainase dan Akses Road,

Pemasangan CCSP, Soil Fill, Clearing, Grubbing, Soil Disposal dan zona dua Clearing lokasi pagar laydown.

Baca juga : Ketum PSSI Apresiasi Pelatihan Manajemen Suporter Sepak Bola

Di RDMP Cilacap, juga akan dibangun New Diesel Hydrotreating Unit (DHT) yang akan menghasilkan Diesel Standar Euro 5.

Saat ini, pekerjaan DHT sedang dalam tahap prebid untuk pemilihan Licensor yang ditargetkan mulai Basic Engineering Design package (BEDP).

“Fasilitas di DHT di RDMP Cilacap tersebut akan meningkatkan produksi diesel dari 348 ribu bpsd menjadi 400 ribu bpsd dengan standar internasional Euro 5. Ini akan melengkapi capaian Pertamina pada PLBC yang mampu memproduksi produk gasoline yang ramah lingkungan dengan standar Euro 4,”kata Nicke.

Beroperasinya PLBC juga telah mengurangi impor High Octane Mogas Component (HOMC), sebagai komponen blending produk gasoline secara signifikan. Sehingga, berdampak positif pada upaya pengurangan impor BBM, dan berhasil menghemat devisa negara hingga Rp 10 triliun per tahun.

Baca juga : Kini, Luhut Urus Pertamina

Kembali mengenai TKDN, Nicke menuturkan, secara keseluruhan TKDN pada megaproyek RDMP dan GRR ditargetkan mencapai 30 – 70 persen.

RDMP Balikpapan & Lawe-Lawe misalnya, TKDN ditargetkan mencapai 30 – 35 persen, RDMP Balongan tahap 1 TKDN nya mencapai 70 persen, Balongan Tahap 2 TKDN nya sebesar 50 – 60 perseb, RDMP Dumai TKDN nya mencapai 40-50 dan GRR Tuban TKDN nya mencapai 40 – 50 persen.

 “Untuk komitmen penggunaan local content, Pertamina akan memiliki fungsi yang fokus menangani TKDN Pertamina Group mulai dari Hulu hingga Hilir. Pertamina akan menilai TKDN masing-masing proyek, sejak fase perencanaan hingga monitoring proyek yang sedang berjalan,” pungkas Nicke. [HES]

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.