Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Harga Bawang Merah Cs Turun, Juli Deflasi 0,10 Persen
Senin, 3 Agustus 2020 13:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Juli terjadi deflasi 0,10 persen. Faktor utamanya turunnya harga komoditas pangan.
"Harga bawang merah, daging ayam ras, maupun tarif angkutan udara turun," kata Kepala BPS Suhariyanto seperti dikutip Antara di Jakarta, Senin (3/7).
Dia menjelaskan, bawang merah menyumbang andil deflasi 0,11 persen, diikuti daging ayam ras 0,06 persen, dan tarif angkutan udara 0,05 persen. Komoditas lain yang juga menyumbang andil deflasi adalah beras, cabai rawit, gula pasir, dan rokok putih, masing-masing sebesar 0,01 persen.
Baca juga : Mentan SYL Panen Bawang Merah Di Bantaeng
Meski demikian, terdapat komoditas lain yang memberikan andil inflasi, yaitu emas perhiasan 0,05 persen, telur ayam ras 0,04 persen, tarif angkutan antar kota, dan kenaikan uang sekolah SD, masing-masing 0,01 persen.
Dengan penyumbang deflasi tertinggi adalah bahan makanan, maka kelompok makanan, minuman dan tembakau menyumbang andil deflasi 0,19 persen dengan deflasi mencapai 0,73 persen. Kelompok lainnya adalah transportasi yang juga menyumbang andil deflasi sebesar 0,02 persen dengan deflasi mencapai 0,17 persen.
Sementara itu kenaikan harga emas perhiasan memicu terjadinya inflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yaitu dengan andil 0,06 persen serta inflasi 0,93 persen.
Baca juga : Hasil Imbang Lawan Bina Taruna, Timnas U-16 Petik Pelajaran
Dalam kesempatan ini BPS mencatat deflasi itu terjadi di 61 kota dan hanya 29 kota yang menyumbang inflasi pada Juli 2020. Deflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 1,09 persen karena terjadi penurunan harga beberapa komoditas pangan seperti bawang merah dan bawang putih.
"Sedangkan deflasi rendah terjadi di lima kota yaitu Gunung Sitoli, Bogor, Bekasi, Luwuk dan Bulukumba masing-masing 0,01 persen," ujarnya.
Kota yang mengalami inflasi tinggi pada Juli 2020 adalah Timika sebesar 1,45 persen karena adanya kenaikan tarif angkutan udara. Kota yang tercatat mengalami inflasi rendah adalah Banyuwangi dan Jember masing-masing sebesar 0,01 persen.
Baca juga : Corona Bikin Pendapatan Astra Turun 23 Persen
Dengan terjadinya deflasi, maka inflasi tahun kalender Januari-Juli 2020 mencapai 0,98 persen dan inflasi tahun ke tahun (yoy) sebesar 1,54 persen. [DIT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya