Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Sebelumnya
Sehingga, diharapkan, ekonomi pada Triwulan III tahun ini dapat tumbuh pada kisaran 0-0,5 persen. Sementara di Triwulan IV dapat tumbuh hingga mendekati 3 persen, agar pertumbuhan bisa kembali ke zona positif.
"Di Triwulan IV, kita berharap bisa meningkat mendekati tiga persen. Kalau itu terjadi, maka keseluruhan tahun bisa terjaga di zona positif. Minimal 0-1 persen," jelas Sri Mulyani.
Baca juga : Masa Depan Indonesia Setelah Pandemi Covid-19 Ada di Desa
Meski demikian, ia mengakui upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi bukan merupakan hal yang mudah. Mengingat berbagai sektor lapangan usaha maupun kelompok pengeluaran, mengalami kontraksi yang dalam.
"Pada Triwulan III, probabilitas negatif masih ada. Karena penurunan di beberapa sektor mungkin tidak dapat pulih secara cepat," katanya.
Baca juga : Masih Ada Peluang Kita Lolos Dari Jurang Resesi
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi terkontraksi pada level negatif untuk pertama kalinya sejak Triwulan I-1999, setelah perekonomian pada Triwulan II-2020 tumbuh negatif 5,32 persen.
Pencapaian ini sedikit meleset dari proyeksi pemerintah yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Triwulan II-2020 di antara minus 5,08 persen-minus 3,54 persen dengan titik tengah minus 4,3 persen. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya