Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
E-commerce Menjamur, Bisnis Gudang Crewdible Makin Kinclong
Sabtu, 15 Agustus 2020 09:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Penutupan pusat perbelanjaan hingga pembatasan jarak yang diterapkan pemerintah dalam upaya pencegahan virus corona (Covid-19) membawa berkah tersendiri bagi sektor bisnis online di Tanah Air.
CEO Crewdible, Dhana Galindra mengatakan, e-commerce menjadi sektor bisnis yang justru berkembang selama pandemi Covid-19. Seiring dengan peningkatan bisnis tersebut, jasa sewa gudang menjadi bisnis yang sangat dibutuhkan saat ini.
Hal tersebut dibuktikannya lewat pesatnya bisnis Crewdible yang dirintisnya sejak 2017 silam. Lewat sistem crowdsource, yakni memanfaatkan infrastruktur, baik gedung, ruko dan lainnya yang sudah ada dan dimanfaatkan ulang, bisnisnya mendukung pengembangan bisnis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) saat ini.
Baca juga : Tembus Ekspor Ke Timur Tengah, Bisnis Pasta Bawang Merah Brebes Kian Sedap
Dhana mengatakan, lewat sistem tersebut, biaya operasional penyimpanan barang yang semula besar dapat dipangkas habis. Sehingga biaya yang harus dikeluarkan UMKM terbilang rendah.
"Sebagai pionir penyediaan jasa gudang online di Indonesia, Crewdible telah membantu lebih dari 3000 UMKM di seluruh Indonesia dengan menawarkan jasa yang mampu mengatasi masalah operasional toko, seperti pengelolaan stok barang, packing, kirim barang ke ekspedisi serta pencatatan laporan penjualan otomatis," ungkap Dhana Galindra, Sabtu (15/8)
Menurut dia, ini menjadi salah satu misi utama dari Crewdible, yakni membantu pengusaha kecil untuk menjadi perusahaan besar dan menjadi penggerak bagi perekonomian e-commerce di Indonesia. "Gudang-gudang Crewdible tersebar di seluruh Indonesia, bertujuan agar pebisnis lebih mudah mengembangkan dan memperluas bisnisnya," jelas Dhana Galindra.
Baca juga : Kinerja BNI di 2019, Bisnis Internasional Makin Moncer
Lebih lanjut dipaparkannya, walau terbilang sederhana, inventaris, pengemasan, dan pengiriman paket lewat ekspedisi kerap kali menjadi kendala yang dihadapi pelaku UMKM. Sehingga tidak jarang terjadi kesalahan pengiriman dan kekurangan SDM untuk melakukan sejumlah pengelolaan tersebut.
Sehingga terdapat dua masalah utama bagi penjual online. Pertama, biaya overhead yang tinggi. Kedua, gudang mereka terletak di lokasi yang tidak strategis, menyebabkan pengiriman menjadi lebih lambat dan lebih mahal.
"Hal ini mengapa penjual online menggunakan layanan fulfillment (menyeluruh) pihak ketiga untuk penyimpanan inventaris, pengemasan, dan pengiriman, tujuannya adalah agar dapat fokus dalam pengembangan bisnis mereka," pungkasnya. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya