Dewan Pers

Dark/Light Mode

Meski Telat, DPR Dukung Holding Industri Pertahanan

Sabtu, 29 Agustus 2020 13:37 WIB
Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin. (Foto: DPR)
Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin. (Foto: DPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi I DPR Dari Fraksi PDIP, TB Hasanuddin rencana pemerintah membentuk holding industri pertahanan terlambat. Meski begitu, menyambut baik rencana tersebut.

"Jadi kalau menurut hemat saya, saya menyambut bagus holding itu," kata Hasanuddin di Jakarta, seperti ditulis Sabtu (29/8).

Berita Terkait : Resakralisasi Institusi Perkawinan (1)

Menurutnya alat utama sistem pertahanan (alutsista) tidak bisa diproduksi oleh satu perusahaan. Karena itu, sudah seharusnya beberapa perusahaan industri pertahanan digabung menjadi satu.

“Kalau mengacu kepada Undang-Undang tentang industri pertahanan harus mulai dilakukan sejak dulu," ucapnya. "Misalnya Pindad mampu memproduksi tank, tapi sarana komunikasinya harus bekerja sama dengan PT LEN," lanjutnya.

Berita Terkait : Mekeng Dukung Penerbitan Perppu Reformasi Sistem Keuangan

Sebelumnya diberitakan, lima perusahaan industri pertahanan milik pemerintah atau BUMN yakni PT Len Industri, PT Dirgantara Indonesia (PT DI), PT PAL, PT Pindad, dan PT Dahan berencana membentuk holding. Holding tersebut nantinya akan dipimpin oleh PT Len Industri. [DIT]