Dark/Light Mode

Sabet Pharmaceutical Certificate 

Garuda Perkuat Layanan Kargo Farmasi

Selasa, 3 Nopember 2020 10:07 WIB
Pesawat Garuda. (Foto: ist)
Pesawat Garuda. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Maskapai Garuda Indonesia diganjar Pharmaceutical Certificate untuk Pharmaceutical Good Distribution Practice (GDP). Penghargaan ini merupakan sertifikasi jaminan kualitas layanan angkutan kargo farmasi pertama bagi maskapai penerbangan di Indonesia.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, hal ini tentunya menjadi komitmen berkelanjutan Garuda Indonesia. "Sekaligus dalam menunjang penguatan kapabilitas layanan pengiriman kargo guna mendukung upaya percepatan penanganan pandemi. Melalui kesiapan infrastruktur layanan angkutan kargo untuk pendistribusian produk farmasi, termasuk vaksin Covid-19," ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa (3/11).

Irfan menjelaskan, sertifikasi tersebut diperoleh dari serangkaian proses audit yang dilakukan oleh lembaga auditor independen Sucofindo pada Oktober 2020 lalu terhadap kapabilitas pengangkutan dan penyimpanan produk farmasi pada layanan kargo udara Garuda Indonesia.

Berita Terkait : Garuda Terpaksa Putusin Kontrak 700 Pekerjanya

Proses sertifikasi tersebut mengacu kepada pemenuhan 180 kriteria standardisasi World Health Organization (WHO) terkait Good Distribution Pharmaceutical Product & Good Storage Practices for Pharmaceutical. Meliputi antara lain proses handling of acceptance, storage and delivery produk farmasi, hingga pelatihan GDP bagi karyawan yang terlibat di bidang warehouse serta cargo handling.

Irfan mengungkapkan, sebagai national flag carrier, Garuda terus memperkuat kapabilitas layanan angkutan kargo dalam rangka mendukung percepatan penanganan pandemi.

"Melalui perolehan sertifikasi GDP ini, kami harap akan mendukung langkah pengembangan bisnis yang kami laksanakan, khususnya dalam penyediaan jasa angkutan yang safe & reliable untuk kebutuhan layanan serta distribusi kargo farmasi yang menjadi kebutuhan global pada masa pandemi ini," katanya.

Baca Juga : Pandemi, Program Sejuta Rumah Baru Capai 601.637 Unit

Irfan menambahkan, pendistribusian produk farmasi menjadi tantangan tersendiri karena memerlukan standar dan protokol yang ketat. Kualitas safety dan security pada cargo handling, penerapan protokol higienitas produk, dan akurasi waktu pengiriman kargo menjadi bagian penting dalam rantai distribusi produk farmasi.

Untuk itu, kata Irfan, Garuda Indonesia berkomitmen untuk memastikan perusahaan telah siap menjawab berbagai tantangan tersebut, salah satunya melalui perolehan Pharmaceutical Certificate ini.

"Kami tentunya berharap sertifikasi ini dapat semakin memperluas portofolio bisnis kargo Garuda Indonesia melalui layanan angkutan kargo farmasi yang kami proyeksikan dapat menjadi potensi pangsa pasar yang menjanjikan ke depannya," ucapnya. [KPJ]