Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Di Indonesia, salah satu institusi yang mempunyai tugas dan fungsi untuk melakukan mitigasi bencana geologi adalah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang berada di bawah Badan Geologi, Kementerian ESDM. Selain memetakan KRB Gempa Bumi dan Tsunami, PVMBG juga memetakan KRB Gunung Api. Pemetaan wilayah rawan bencana gunung api dibuat dalam rangka kesiapan apabila terjadi letusan. Peta tersebut juga diberikan kepada pemerintah daerah dan institusi-institusi pembuat kebijakan dalam pemanfaatan ruang di sekitar gunung api.
Baca juga : Tahan Uighur, China Dicurigai Bangun Kamp Rahasia Di Gurun
Ini merupakan bagian dari langkah-langkah mitigasi. Guna mengurangi risiko, Badan Geologi mengeluarkan beberapa level peringatan dan kerja sama antar institusi. Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan itu, Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), menempatkan sekitar 200 petugas pengamatan gunung api di 69 gunung api yang tersebar di seluruh Indonesia. Keberhasilan PVMBG dalam melakukan pemantauan mitigasi bencana geologi, khususnya gunung api, mendapatkan apresiasi internasional.
Baca juga : Air Bersih Di Daerah Bencana Dijamin
PVMBG menjadi institusi vulkanologi pertama yang menerima penghargaan “The 1st Volcano Surveillance and Crisis Management Award” dari International Association of Vulcanology and Chemistry of the Earth’s Interior (IAVCEI). Penghargaan ini yang diserahkan langsung oleh Presiden IAVCEI Donald Bruce Dingwell, kepada Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar di Napoli, Italia, Jum’at (7/9) lampau. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya