Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PLTP Kamojang-Garut, Ramah Lingkungan Dan Bermanfaat Besar Bagi Penduduk Setempat
Rabu, 25 November 2020 20:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Jawa Barat memiliki potensi panas bumi yang sangat besar. Salah satunya terdapat di wilayah Kamojang, Kabupaten Bandung.
Potensi sumber energi itu pertama kali ditemukan Belanda pada 1918. Lokasi tepatnya, di sekitar kawasan Gunung Gajah, gugusan Gunung Guntur, Bandung. Potensinya setara dengan 300 megawatt (MW). PLN kemudiaan mengembangkan energy ini. Pada 1982, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang beroperasi.
Baca juga : Pangdam Cenderawasih Bakal Tindak Tegas Anggotanya Jika Terlibat Penembakan Pendeta
Kini, PLTP ini dikelola oleh anak perusahaan PLN, yaitu Indonesia Power (IP), yang bergerak di bidang operasi dan pemeliharaan pembangkit. Ternyata, PLTP ini mampu memberikan manfaat yang besar bagi penduduk setempat.
“Selain mendapatkan daya listrik untuk kebutuhan sehari-hari ataupun sebagai aktivitas produktif, Kamojang juga dimanfaatkan sebagai lokasi objek wisata bernama Kawah Kamojang dan mampu mengangkat ekonomi penduduk setempat,” tulis keterangan dari IP, Rabu (25/11).
Baca juga : Airlangga Pastikan, UU Ciptaker Tak Hilangkan Cuti Haid dan Hamil Bagi Pekerja Perempuan
Kegiatan positif Corporate Social Responsibility (CSR) pun terus digenjot dengan melibatkan masyarakat setempat untuk melakukan budidaya jamur yang dilakukan PLN. Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari masyarakat. Sebab, kegiatan CSR tersebut mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian mereka. “Sehingga menjadi perhatian bagi beberapa influencer yang tertarik dengan program CSR beserta budidaya jamur yang dilakukan oleh PLN Peduli,” tutup keterangan itu. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya