Dark/Light Mode

KAI, Pelindo I, Dan KIM Sinergi Wujudkan Angkutan Logistik Efisien Di Sumut

Kamis, 26 Nopember 2020 15:34 WIB
Penandatanganan MoU antara KAI, Pelindo I, dan KIM secara virtual, Kamis (26/11). (Foto: Dok. KAI)
Penandatanganan MoU antara KAI, Pelindo I, dan KIM secara virtual, Kamis (26/11). (Foto: Dok. KAI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Indonesia (Persero) [KAI], PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) [Pelindo I], dan PT Kawasan Industri Medan (Persero) [KIM] menandatangani Nota Kesepahaman tentang Rencana Kerja Sama Angkutan Barang Berbasis Kereta Api. Penandatanganan MoU tersebut dilakukan Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, Direktur Utama Pelindo I Dani Rusli Utama, dan Plt Direktur Utama KIM Adler Manarissan Siahaan secara virtual, di Jakarta dan Medan, Kamis (26/11).

Nota Kesepahaman ini dimaksudkan sebagai komitmen dan landasan bagi para pihak untuk kerja sama lebih lanjut ke depannya. Ruang lingkup Nota Kesepahaman yaitu peningkatan kerja sama angkutan barang berbasis kereta api, pembuatan kajian bersama rencana pembuatan jalur atau prasarana kereta api dari segi komersial dan segi operasional terkait dengan pelaksanaan Rencana Kerja Bersama, dan bentuk kerja sama potensial lainnya yang disepakati para pihak.

Berita Terkait : Wapres RI Berikan Penghargaan Kepada KAI Sebagai Badan Publik Informatif Kategori BUMN

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan, kerja sama ini merupakan perwujudan dari sinergi BUMN untuk Indonesia yang lebih maju. “Kolaborasi ini akan memberikan manfaat kepada masyarakat pengguna layanan logistik baik yang menggunakan angkutan kereta api, jasa kepelabuhanan Pelindo 1, maupun Kawasan Industri Medan,” ujar Didiek.

Dengan terintegrasinya jalur KA pada kawasan-kawasan tersebut, akan tercipta distribusi logistik yang efektif dan efisien, dan mendukung program Pemerintah dalam mengurangi biaya logistik nasional. Saat ini, di wilayah Sumatera Utara (Sumut) KAI melayani angkutan barang berupa peti kemas, BBM, Crude Palm Oil (CPO), lateks, retail, dan lain sebagainya. Kinerja angkutan barang KAI di kawasan tersebut menunjukkan tren positif dimana pada Oktober 2020 KAI mengangkut 88,2 ribu ton barang, naik 19 persen dibandingkan dengan periode September 2020 dengan total angkutan 74,3 ribu ton barang. “Semoga MoU ini bisa memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional ke depannya," ujar Didiek.

Berita Terkait : Duet Bareng KAI, Pelindo III Optimalkan Aset dan Inovasi Proses Bisnis

Direktur Utama Pelindo I Dani Rusli Utama menjelaskan, pihaknya memiliki dua pelabuhan besar yang beroperasi di Sumut, yaitu Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung. Pelabuhan itu sudah dilengkapi dengan fasilitas dan peralatan bongkar muat yang terintegrasi dengan sistem IT untuk memudahkan para pengguna jasa.

“Kerja sama ini menjadi sinergi dan kolaborasi yang baik dari Pelindo I, KAI, dan KIM yang memiliki kapasitas dan kompetensi masing-masing yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antara pelabuhan dan kawasan industri melalui jalur kereta api. Kerja sama ini juga sejalan dengan visi Pelindo I untuk mengintegrasikan kawasan pelabuhan dengan hinterland, dan KIM adalah hinterland utama dari Pelabuhan Belawan,” ucapnya. 

Baca Juga : Wapres Ma`ruf : Perekonomian Nasional Tumbuh Negatif, Peluang Produk Halal Masih Oke

Selain itu, Pelindo I juga fokus untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat dengan adanya alternatif multimoda, sehingga ada peningkatan aksesibilitas dari hinterland ke pelabuhan dan sebaliknya, dengan memberikan layanan barang yang lebih cepat, murah, dan efisien. “Melalui sinergi ini diharapkan dapat mendorong efisiensi arus logistik di Indonesia, khususnya Sumatera Utara, sehingga berdampak positif untuk mendongkrak perekonomian bangsa,” jelas Dani Rusli Utama.

Plt Direktur Utama KIM Adler M Siahaan mengatakan, dengan hadirnya angkutan Kereta Api baik untuk melayani penumpang maupun barang maka kegiatan yang diprakarsai atas sinergi BUMN ini akan menambah kelengkapan infrastruktur kawasan industri Medan dan juga akan berdampak terhadap penghematan biaya, efisiensi waktu dan kepastian terhadap transportasi angkutan barang yang aman untuk sampai ke pelabuhan yang nantinya berdampak pada peningkatan ekonomi nasional. Jalur Kereta Api dalam kawasan akan dibangun sepanjang 4.266 meter, yang menghubungkan lokasi dryport PT KIM menuju pelabuhan belawan. Fasilitas ini akan menjadi kemudahan bagi mitra industri sebanyak 554 usaha industri yang telah mempekerjakan sebanyak 75.000 pekerja. [USU]