Dewan Pers

Dark/Light Mode

Soroti Bank Syariah Indonesia, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah: Semoga Amanah

Rabu, 16 Desember 2020 15:35 WIB
Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Sunanto/Ist
Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Sunanto/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto ikut menyoroti merger tiga bank menjadi satu entitas yang bernama PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

Menurut dia, hasil merger itu merupakan contoh pengembangan bisnis perbankan syariah baru, karena selama ini belum pernah ada lembaga keuangan syariah berskala besar yang dimiliki Indonesia.

“Merger bank syariah ini bisa jadi titik awal perbaikan dan pembenahan kondisi ekonomi syariah. Saya harap manajemen yang sudah ditunjuk bekerja ekstra karena investasi untuk membentuk bank merger ini juga tinggi. Saya ucapkan selamat dan semoga amanah,” ujar Sunanto, Rabu (16/12).

Kini, proses merger tiga bank syariah milik Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) ini telah mendapat persetujuan dari para pemegang saham bank terkait, yakni PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah. 

Berita Terkait : PBNU: Indonesia Tak Perlu Jalin Hubungan Diplomatik Dengan Israel

Susunan pengurus bank hasil merger telah ditetapkan dalam RUPSLB BRIsyariah yang berlangsung Selasa (15/12).

Menurut Sunanto, ke depannya bank hasil merger harus memastikan model bisnis seperti apa yang akan menjadi ciri khas mereka. Opsinya, bisa dengan memilih satu dari tiga jenis model bisnis warisan bank yang bergabung, atau meleburkan seluruh model bisnis bank-bank terkait ke dalam satu wajah baru.

“Kami tunggu perjalanannya karena ini belum ada modelnya mana yang mau dipakai dari ketiga bank terlibat, atau mau digabung semua model bisnisnya. Kemudian bagaimana dengan bank-bank syariah lain? Ini harus diatur dan dipikirkan,” katanya.

Sunanto mencontohkan, terkait bank daerah yang punya unit syariah. Ini harus dipikirkan agar keberadaan bank hasil merger bisa kompatibel dan berkompetisi serta memberi dampak lebih luas baik dari manajemen maupun pelayanan masyarakat.

Berita Terkait : Tok! Bank Syariah Indonesia Jadi Nama Resmi Merger Bank Syariah BUMN

Berdasarkan susunan pengurus yang sudah ditetapkan, bank hasil merger akan dipimpin Hery Gunardi selaku Direktur Utama. Hery akan didampingi dua Wakil Direktur Utama, yakni Ngatari dan Abdullah Firman Wibowo serta 7 pejabat direktur lainnya.

Bank hasil merger nantinya digadang memiliki aset total Rp 214,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp 20,4 triliun. 

Jumlah tersebut menempatkan bank hasil merger masuk daftar 10 besar bank terbesar di Indonesia dari sisi aset, dan TOP 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar.

Entitas hasil merger nanti bernama PT Bank Syariah Indonesia Tbk dan akan berstatus sebagai perusahaan terbuka. 

Berita Terkait : CIMB Niaga Syariah Genjot Pembiayaan Lewat X-TRA Dana iB

Komposisi pemegang saham pada Bank Syariah Indonesia adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar 51,2 persen , PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 25 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 17,4 persen, DPLK BRI - Saham Syariah 2 persen, dan publik 4,4 persen. [DWI]