Dark/Light Mode

Uji Coba Berjalan Mulus

Bandara Ngloram Siap Beroperasi

Senin, 4 Januari 2021 05:10 WIB
Pesawat King Air B200 GT mendarat di bandara Ngloram di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu (12/1/2020). (Dokumen Pemkab Blora).
Pesawat King Air B200 GT mendarat di bandara Ngloram di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu (12/1/2020). (Dokumen Pemkab Blora).

RM.id  Rakyat Merdeka - Uji coba penerbangan berjalan mulus. Pemerintah mematok Bandara Ngloram di Blora, Jawa Tengah, beroperasi tahun ini.

Bandara Ngloram merupa­kan bandara milik PT Pertamina (Persero). Bandara itu diserah­kan kepada pemerintah, pada 2018. Pemerintah menargetkan bisa melayani penerbangan ko­mersial di bandara tersebut.

Berita Terkait : Dongkrak Kinerja, Kemenhub Setarakan 629 Jabatan Administrasi Ke Fungsional

Menteri Perhubungan (Men­hub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan, bandara tersebut disiapkan menjadi bandara pengumpan yang rencananya melayani penerbangan tujuan Semarang, Balikpapan, Halim Perdanakusuma Jakarta, Malang, dan Banyuwangi.

“Bandara Ngloram kami harapkan bisa melayani pener­bangan regular dan penerbangan carter,” ujar BKS-sapaan akrab Budi Karya, saat melakukan kunjungan kerja ke Blora, Jawa Tengah, kemarin.

Berita Terkait : Diangkat Jadi Mendag, Muhammad Lutfi Merasa Terhormat

BKS mengungkapkan, pada 30 Desember lalu, telah dilaku­kan proving flight dengan pe­sawat NAM Air ATR-72 untuk memastikan aspek keselamatan dan pendaratan penerbangan.

Sekadar informasi, pengem­bangan Bandara Ngloram di­lakukan empat tahap. Hal itu tertuang dalam Keputusan Men­teri Perhubungan Nomor 31 Tahun 2019 tentang Penetapan Lokasi Bandara Ngloram. Pembangunan tahap pertama telah selesai. Pembangunan meliputi pengembangan landas pacu sepanjang 1.500x30 meter, pembangunan taxiway, pembangunan apron, pemasangan pagar, pemasangan airfield lighting system atau AFL. Kemudian, pemerintah mengembangkan terminal penumpang seluas 2.850 meter. Pengembangan ter­minal belum sepenuhnya selesai dan baru mencapai 35 persen.

Berita Terkait : BGS, Sarjana Fisika Nuklir Pertama Yang Jadi Menkes

Tahun ini, pembangunan akan dilanjutkan ke tahap kedua. Pembangunan tahap kedua me­liputi perpanjangan landasan pacu menjadi 1.600x30 meter, penyelesaian pembangunan ter­minal penumpang, pemasangan peralatan X-Ray, pembangunan gedung kantor, gedung peranan pertolongan kecelakaan penerbangan dan pemadam keba­karan, pembuatan jalan akses masuk, serta pembangunan pelataran parkir terminal.
 Selanjutnya