Dark/Light Mode

Hasil Penelitian BBPBPTH-KLHK & APP Sinar Mas

Perakaran Tunas Ramin Tumbuh Melalui Teknik Kultur Jaringan

Rabu, 13 Januari 2021 18:09 WIB
Bibit pohan ramin. (Foto: ist)
Bibit pohan ramin. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Chief Sustainability Officer APP Sinar Mas, Elim Sritaba mengatakan, usaha konservasi Ramin merupakan bagian penting dari Kebijakan Konservasi Hutan (FCP) yang dimiliki APP Sinar Mas.

“Kami telah melakukan analisis genetik populasi anakan Ramin untuk memahami struktur genetik dan hubungan antara berbagai populasi Ramin yang telah terkumpul," kata Elim di Jakarta, Rabu (13/1).

Melalui upaya tersebut, lanjut Elim, populasi yang terkumpul selama program konservasi cukup untuk mewakili populasi alami Ramin di Sumatera dan Kalimantan. 

Berita Terkait : Nizar Dahlan Ibaratkan Suharso Main Di Tikungan

"LIPI dan CFBTI telah mengakui bahwa koleksi genetika Ramin yang dimiliki R&D APP Sinar Mas merupakan koleksi terlengkap di Indonesia, bahkan melebihi koleksi kedua organisasi tersebut. Lebih lanjut, materi genetik Ramin di R&D APP Sinar Mas dianggap murni, yang berarti tidak ada campuran di antara populasi Ramin yang berbeda,” ujarnya.

Kelengkapan koleksi genetika Ramin yang bisa ditelusuri milik R&D APP Sinar Mas pun terbukti mendukung upaya konservasi spesies Ramin. “Hasil stek pucuk yang ditanam di lapangan dengan keragaman genetik yang tinggi membantu kelestarian Ramin. Hal ini penting dalam upaya konservasi, karena variasi genetik yang rendah dapat menurunkan tingkat ketahanan spesies,” jelasnya. 

Setelah lebih dari tujuh tahun penelitian, tim peneliti Balai Besar Penelitian Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BBPBPTH-KLHK) dan APP Sinar Mas kini telah berhasil menumbuhkan perakaran tunas Ramin melalui teknik kultur jaringan. Meskipun kemajuan ini masih berada di tingkat laboratorium, tahap ini adalah yang paling maju yang telah dicapai dalam penelitian kultur jaringan Ramin di tingkat global.

Berita Terkait : PHE Jambi Merang Tuntaskan Survei Seismik Dua Dimensi

Bibit Ramin di fasilitas pembibitan, yang merupakan hasil dari perbanyakan makro dan pengumpulan dari Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, kini digunakan untuk kegiatan restorasi hutan gambut dan repopulasi di kawasan lindung dalam area konsesi pemasok kayu APP Sinar Mas. Bibit-bibit ini telah melalui proses pendataan dan perawatan yang ketat untuk memastikan proses yang terstandarisasi.

Contohnya, PT Sekato Pratama Makmur pada awal Desember 2020 telah mendapatkan sertifikat sumber benih tanaman hutan Ramin dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Riau, sebagai pemenuhan syarat sumber benih tanaman dengan tegakan benih teridentifikasi.

Ramin menjadi spesies yang harus dilindungi karena tergolong dalam kategori pohon kayu ringan dengan harga jual yang tinggi dan diincar pasar internasional untuk produksi furnitur. Asri menambahkan, selain itu, terdapat banyak kendala untuk memulihkan populasinya, contohnya siklus pembuahan tahunan yang tidak teratur, musim mekar yang bergantung pada lokasinya, dan proses regenerasinya lambat dibandingkan dengan spesies lain di habitat yang sama.

Berita Terkait : RPK APP Sinar Mas Bantu Padamkan 3 Lokasi Karhutla Di Pelalawan

Terlepas dari kendala dan tantangan dalam menyelamatkan spesies Ramin, APP Sinar Mas terus memperkuat komitmennya. “Keberhasilan yang telah kami capai sejauh ini telah membuka harapan dalam langkah konservasi spesies Ramin," tutur Elim. 

Hingga pertengahan tahun 2020, lanjutnya, telah tersedia lebih dari 8.500 bibit dan stek Ramin di persemaian, sekitar 6.500 di antaranya siap ditanam. "Ke depannya, kami berharap dapat berbagi praktik terbaik dengan pihak lain yang memiliki perhatian yang sama,” tutup Elim. [DIT]