Dark/Light Mode

Rawan Terpapar, Sopir Angkutan Minta Dapat Prioritas Program Vaksinasi

Rabu, 20 Januari 2021 16:40 WIB
Sekjen DPP Organda Ateng Aryono. (Foto: Ist)
Sekjen DPP Organda Ateng Aryono. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Organisasi Angkutan Darat (Organda) meminta pemerintah memprioritaskan pemberikan vaksin Covid-19 kepada pengemudi angkutan umum. Sekjen DPP Organda Ateng Aryono mengatakan, alasannya pengemudi angkutan umum memiliki kontak dengan banyak orang di lingkungan relatif tertutup.

"Walaupun standar pelayanan angkutan umum telah menerapkan tindakan pencegahan seperti pemakaian masker namun tetap memiliki potensi penularan," katanya di Jakarta, Rabu (20/1).

Baca juga : Menag Minta Jemaah Haji Dapat Prioritas Vaksinasi

Ateng melihat pentingnya pengemudi angkutan umum mendapatkan vaksinasi dalam masa pandemi, bertujuan agar terciptanya herd immunity atau kekebalan kelompok. Khususnya yang bersentuhan langsung dengan layanan publik.

Ditegaskannya, angkutan umum sebagai penggerak ekonomi nasional sudah selayaknya mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Karena, kata Ateng, banyak perusahaan di sektor transportasi umum yang mengalami kerugian saat pandemi.

Baca juga : Ketum Tidak Terdaftar, PSSI Prioritaskan 178 Nama Untuk Vaksinasi Corona

Selain itu, dengan ditambah kepadatan lalu-lintas jalan raya yang semakin luar biasa, akibatnya banyak masyarakat beralih untuk menggunakan transportasi pribadi.

"Sudah waktunya pemerintah dan penyedia angkutan berupaya semaksimal mungkin mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat untuk menggunakan transportasi umum dengan menyediakan fasilitas yang memadai baik dari aspek kesehatan maupun keamanan," paparnya.

Baca juga : Bamsoet Dorong Wartawan Masuk Prioritas Penerima Vaksin Covid-19

Menurutnya, pemerintah harus melihat resource sharing antarmoda bahwa perancangan pelayanan transportasi umum sudah memberikan kemudahan bagi pelaku perjalanan dan bukan bersifat membatasi. Selebihnya pelaku perjalanan ini akan turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ateng menuturkan, ada dua perspektif dalam mengendalikan pergerakan orang. Pertama adalah kelompok orang yang melakukan pergerakan karena alasan penting tertentu, sehingga pergerakan kelompok ini hanya dapat ditekan dengan law enforcement berupa pembatasan perjalanan. Kedua, orang yang melakukan pergerakan secara sukarela. Pergerakan kelompok ini dapat diatasi dengan public campaign. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.