Dark/Light Mode

Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen

Pemerintah Siapin Taktik Jitu

Senin, 8 Februari 2021 05:11 WIB
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Foto : shutterstock.com).
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Foto : shutterstock.com).

 Sebelumnya 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Har­tarto juga optimis pertumbuhan ekonomi 2021 bisa di kisaran 4,5 persen hingga 5,5 persen.

Bahkan, Ketua Umum Partai Golkar tersebut memproyeksi­kan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2021 1,6 persen hingga 2,1 persen.

Menurut Airlangga, konsumsi rumah tangga menjadi daya ungkit bagi perekonomian karena berkontribusi paling besar terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB).

Baca juga : BRI Lirik 57 Juta Usaha Ultra Mikro

“Pemerintah akan menum­buhkan konsumsi rumah tangga dengan merealisasikan berbagai program jaminan sosial untuk men­stimuliasi daya beli,” tegasnya.

Ekonom COREIndonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai, realisasi pertumbuhan ekonomi 2020 yang masih terkontraksi menjadi semacam early warning bagi Pemerintah.

“Meski Pemerintah berhasil mendorong stimulus yang be­sar, namun pemulihan ekonomi berjalan lambat. Ini terlihat dari selisih perbaikan pertumbuhan pada kuartal IV dibandingkan kuartal III-2020,” kata Yusuf kepada Rakyat Merdeka.

Baca juga : BPS: Sektor Pertanian Tumbuh Positif 2,59 Persen Di Kuartal IV

Salah satu penyebab kenapa proses pemulihan ekonomi ber­jalan lambat, yaitu penyebaran Covid-19 masih relatif tinggi. Hal ini harus diwaspadai, karena di tahun ini setidaknya sampai dengan awal tahun, penyebaran Covid-19 justru terus mencatat­kan peningkatan.

Dengan kondisi demikian, dan proses pembatasan sosial yang belum bekerja secara optimal, peluang pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2021 masih berada di level negatif masih sangat ada.

Ada pun untuk target pertum­buhan ekonomi sebesar 5 persen, sebenarnya masih bisa diraih asalkan Covid-19 bisa ditekan.

Baca juga : 50 Persen Pelaku Usaha Peternakan Gulung Tikar

“Pembatasan sosial juga harus dievaluasi. Jangan hanya me­nekan ekonomi tapi tidak ber­dampak pada penekanan kasus Covid-19,” saran Yusuf. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.