Dark/Light Mode

Di-support Anggota DPR, Holding Ultra Mikro Berikan Manfaat Besar

Selasa, 23 Februari 2021 19:40 WIB
Ilustrasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). (,Foto: Istimewa)
Ilustrasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). (,Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rencana holding pengembangan ekosistem usaha ultra mikro (UMi) dan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) pemerintah kian mendapat dukungan positif dari anggota parlemen. Pandangan ini muncul karena integrasi tiga BUMN untuk ultra mikro dan UMKM dipastikan tidak akan menghilangkan kultur kerja dan bidang usaha tiap perusahaan yang terlibat.

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PAN Jon Erizal mengatakan, integrasi yang tengah dibangun pemerintah akan menjaga ekosistem bisnis dan pengembangan UMKM eksisting dari masing-masing perusahaan terkait.

Berita Terkait : Dukung UMKM Naik Kelas, Pegadaian Gandeng KADIN DKI Jakarta

Menurutnya, ada banyak cara untuk melakukan merger. Mulai dengan total seluruh saham digabungkan dengan seluruh aset, kemudian bidang usaha berjalan dengan hasil merger. Ada juga merger yang ekosistemnya (perusahaan terlibat) tetap dijaga.

"Misalnya (bergerak di bidang produksi) jagung nih BRI, kemudian Pegadaian masuk, PNM juga masuk, dan dari kondisi tersebut mereka ini bidang usahanya itu tetap berjalan seperti semula. Itu kan namanya ekosistem. Aset-aset yang dimiliki, outlet-outlet, bisa sinergi, itu bagus menurut saya," tutur Jon di Jakarta, Selasa (23/2).

Berita Terkait : Ekonomi UI Kompak Dukung Holding BUMN Pembiayaan UMi

Holding BUMN untuk UMi dan UMKM akan melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Pemerintah berencana membentuk holding BUMN untuk ultra mikro dan UMKM pada tahun ini. Menurut Jon, konsep integrasi yang sudah dipaparkan pemerintah melalui Kementerian Keuangan dalam rapat kerja dengan Komisi XI beberapa pekan lalu menunjukkan banyak hal positif.
 Selanjutnya