Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pertumbuhan kredit penting artinya bagi pemulihan ekonomi pada tahun 2021, dimana Presiden Joko Widodo telah mencanangkan sebagai Tahun Pemulihan dari pandemi.
Baca juga : Dukung Timnas Dan Sepak Bola Indonesia, PSSI Gandeng Unilever
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memangkas suku bunga kredit demi merangsang percepatan pertumbuhan kredit tahun 2021 ini.
Baca juga : Pemulihan Ekonomi Bakal Lebih Cepat
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengungkapkan pada awal tahun 2021 ini, BNI telah melakukan penyesuaian bunga kredit sejalan dengan bunga acuan. "Untuk Kredit Konsumsi Non KPR per 28 Februari 2021, SBDK BNI ditetapkan 8,75 persen telah turun dibandingkan akhir Desember 2020 yaitu 11,7 persen Begitu juga untuk Kredit KPR ditetapkan 7,25 perseb turun dibandingkan posisi akhir tahun 2020 yaitu 10 persen," ungkap Royke di Jakarta, Rabu (3/3).
Baca juga : Negara G-20 Sepakat Tingkatkan Koordinasi
Ia menambahkan BNI juga menurunkan SBDK untuk Kredit Ritel menjadi 8,25 persen atau lebih rendah dibandingkan posisi akhir Desember 2020 yaitu 9,8 persen. Demikian dengan SBDK Kredit Korporasi yang ditetapkan menjadi 8,0 persen, atau turun dibandingkan posisi Desember 2020 yaitu 9,8 persen.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya