Dark/Light Mode

Duh, 99,9 Persen UMKM Masih Kesulitan Akses Pinjaman

Sabtu, 27 Maret 2021 05:27 WIB
Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Fitria Irmi Triswati dalam acara Pelatihan Wartawan Ekonomi Nasional di Jakarta, Jumat (26/3/2021). (Foto : ANTARA/AstridFaidlatulHabibah)
Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Fitria Irmi Triswati dalam acara Pelatihan Wartawan Ekonomi Nasional di Jakarta, Jumat (26/3/2021). (Foto : ANTARA/AstridFaidlatulHabibah)

RM.id  Rakyat Merdeka - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan kunci dalam pemulihan ekonomi yang tertekan akibat krisis pandemi Covid-19. Sayangnya, sebanyak 99,9 persen UMKM masih kesulitan akses kredit.

Direktur Departemen Ke­bijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Fitria Irmi Triswati mengatakan, saat pan­demi ini UMKM menjadi back­bone perekonomian Indonesia. Sebab, selama ini terbukti mampu menyerap jumlah tenaga kerja yang besar dan berkontribusi maksimal terhadap Produk Do­mestik Bruto (PDB).

Baca juga : Madura, Penyangga Utama Kebutuhan Migas Jatim

“Pertumbuhan ekonomi In­donesia mempunyai tantangan. Dan, kami lihat bahwa UMKM ini menjadi kunci pemulihan ekonomi dan untuk peningkatan keuangan digital,” kata Fitria dalam acara Pelatihan Wartawan Ekonomi Nasional di Jakarta, kemarin.

Disebutkannya, 99,9 persen usaha di Indonesia adalah UMKM dengan rincian 98,8 persen berskala mikro atau ul­tra mikro, 1,22 persen berskala kecil, 0,09 persen berskala me­nengah, dan 0,01 persen berskala besar.

Baca juga : Duh, BPJS Kesehatan Masih Tekor Rp 6,36 Triliun

Meski demikian, menurutnya, UMKM masih perlu didorong untuk dapat terakselerasi secara digital dalam rangka mem­perkuat ketahanannya sehingga semakin mampu menjadi pen­dorong ekonomi.

“UMKM yang 99,9 persen itu aksesnya terhadap kredit (pinja­man) masih terbatas dan kurang. Jadi, masih perlu melakukan akselerasi digital,” ujar Fitria.

Baca juga : Ezra Gabung, Persib Makin Kental Rasa Belanda

Digitalisasi UMKM, lan­jut dia, harus dilakukan untuk mengurangi potensi risiko dari pembayaran tunai, seperti adanya tendensi tercampurnya uang pribadi dan usaha, tidak tercatat­nya pembayaran, serta tendensi menerima uang palsu.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.