Dark/Light Mode

Jamin Harga Sembako Aman, Mendag Harap Masyarakat Khusyuk Jalani Puasa

Rabu, 7 April 2021 15:06 WIB
Mendag Muhammad Lutfi (kanan) berbincang dengan pedagang saat meminjau Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu pagi (7/4). (Foto: Dok. Kemendag)
Mendag Muhammad Lutfi (kanan) berbincang dengan pedagang saat meminjau Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu pagi (7/4). (Foto: Dok. Kemendag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memastikan harga kebutuhan pokok (bapok) akan stabil hingga Lebaran. Dengan begitu, dia berharap masyarakat bisa lebih khusyuk beribadah selama Puasa tanpa pusing memikirkan harga kebutuhan dapurnya.

Pagi tadi, Rabu (7/4), Lutfi didampingi Sekjen Kementerian Perdagangan (Kemendag) Suhanto dan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Syailendra meninjau Pasa Induk Kramat Jati dan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Kegiatan ini dilakukan jelang bulan Puasa yang semakin dekat. Tujuannya, untuk memastikan ketersediaan stok dan menjaga stabilitas harga barang bapok dari hulu.

Di pasar, Lutfi dan rombongan berkeliling, bertanya ke sejumlah pedagang soal harga barang. Hasilnya, cukup memuaskan. Eks Duta Besar RI untuk Amerika Serikat ini mengatakan, harga bahan pokok stabil. Bahkan cenderung menurun. Terlebih, pasokannya cukup untuk Ramadan dan Lebaran.

Berita Terkait : Ngecek Harga Sembako, Mendag Blusukan Ke Pasar Induk Kramat Jati

"Kementerian Perdagangan menjamin, Ramadan tahun ini, harga-harga bapok terjangkau bahkan cenderung akan menurun. Kami juga menjamin pasokan bapok tersedia. Mudah-mudahan Ramadan tahun ini, kita dapat beribadah dengan lebih tenang dan lebih baik," ucap Lutfi.

Dari tinjauan tersebut, Lutfi mencatat harga bawang merah stabil di kisaran Rp 18-21 ribu per kilogram (kg). Artinya, akan ada selisih Rp 1.000 per kg di tingkat pengecer. Harga cabe rawit merah yang awalnya Rp 100 ribu per kg, kini mendekati Rp 70 ribu per kg. Prediksinya, harga cabe rawit merah, cabe merah besar, dan cabe merah keriting masih bisa turun lagi jelang panen.

Dibandingkan pekan lalu, harga cabe merah keriting di Pasar Induk Kramat Jati menyentuh Rp 33 ribu per kg atau turun 10,81 persen. Begitu juga dengan bawang merah Rp 18 ribu per kg, turun 18,18 persen. Harga bawang putih kating Rp 21 ribu per kg, sedangkan harga bawang putih honan stabil di Rp 18 ribu per kg.

Berita Terkait : Ali Sadikin The Movie Diharapkan Bisa Tayang Di Bioskop Tahun Depan

Lutfi menerangkan, harga bapok di Pasar Kramat Jati juga tidak mengalami kenaikan dibandingkan pekan lalu. Misalnya, beras medium yang hanya Rp 10.500 per kg, tepung terigu Rp 7 ribu per kg, daging sapi Rp 130 ribu per kg, bawang merah Rp 35 ribu per kg, dan bawang putih Rp 30 ribu per kg.

Adapun harga-harga yang turun dibandingkan pekan lalu adalah minyak goreng curah Rp 15 ribu per liter, telor ayam ras Rp 22 ribu per kg, cabe merah keriting Rp 50 ribu per kg. Harga beras premium tercatat Rp 13.300 per kg, dan daging ayam ras Rp 35 ribu per kg.

Lutfi terus mencari cara agar harga bapok yang mudah naik bisa tetap stabil. Saat ini, pemerintah terus mencari alternatif untuk menyimpan cabe dan bawang agar lebih tahan lama. Selain juga mengusahakan agar pola tanam untuk komoditas tertentu dapat dipisahkan, agar harga tidak jatuh saat panen.

Berita Terkait : Dana Desa Kini Bisa Dipakai Untuk Bangun Perpustakaan

"Kementerian Perdagangan bersama Pasar Jaya sedang mencari alternatif agar bapok dapat disimpan lebih lama. Jadi, harga pasokan dapat kita jaga bersama," ucap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal era SBY ini.

Lutfi berjanji, pihaknya akan terus mengawal ketersediaan harga bapok dan stabilitas harga agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya. Khususnya selama Ramadan dan saat Idul Fitri. Dengan begitu, harga bisa terjangkau. [MEN]