Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jamin Keselamatan Masyarakat
Program Vaksinasi Tak Gunakan Vaksin Basi
Rabu, 17 Maret 2021 07:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menjamin tidak akan memberikan vaksinasi kedaluwarsa. Kondisi vaksin akan terus dipantau demi menjamin kesehatan masyarakat.
Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pemerintah berupaya maksimal melakukan percepatan vaksinasi, demi mengejar masa kedaluwarsa vaksin.
“Kita tidak akan memberikan vaksin yang masa simpannya kedaluwarsa atau sudah habis kemudian diberikan. Ini sudah melalui kajian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menetapkan masa simpan 6 bulan. Kalau sudah melalui masa simpan kita tidak akan gunakan lagi,” tegasnya dalam konferensi pers daring, kemarin.
Baca juga : Sektor Pariwisata Siap “On” Lagi
Menurut Nadia, vaksin Sinovac batch Isebanyak 1,2 juta yang akan kedaluwarsa pada 25 Maret 2021 dan 1,8 juta dosis Sinovac yang akan basi pada Mei 2021, sudah digunakan semua untuk tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik.
Vaksin-vaksin tersebut datang ke Indonesia pada Desember 2020 dan Januari 2021. “Semuanya saat ini sudah tak ada lagi di faskes,” imbuhnya.
Nadia menegaskan, keamanan dan kemanjuran vaksin yang akan diterima masyarakat merupakan tujuan utama.
Baca juga : Netizen Setuju, Uji Klinis Vaksin Sesuai Prosedur Dan Transparan
Sementara, untuk vaksin AstraZeneca batch Iyang masih tersedia 1,1 juta dosis, Nadia optimis akan segera habis sebelum kedaluwarsa pada Mei mendatang.
“Dengan kecepatan saat ini, misalnya 300 ribu dosis per hari, maka seharusnya bisa kita selesaikan dalam empat hari,” imbuhnya.
Sementara, sebanyak 1.113.600 dosis vaksin AstraZeneca yang tiba di Indonesia 8 Maret lalu, rencana awalnya akan digunakan untuk sasaran vaksinasi tahap kedua, yakni petugas pelayanan publik dan warga lanjut usia di Indonesia.
Baca juga : Istora Senayan, Sentra Vaksinasi Covid-19 BUMN Bagi Lansia Dan Pekerja Publik
Ke depannya, dalam batch Ihingga Juni nanti, Indonesia akan kedatangan total 11.740.800 AstraZeneca dalam bentuk vaksin jadi.
Meski demikian, Nadia menyatakan, saat ini, Kemenkes masih mengkaji ulang sasaran vaksinasi yang menggunakan vaksin AstraZeneca. Upaya ini dilakukan setelah beberapa negara Eropa melaporkan adanya dugaan efek samping pembekuan darah akibat penyuntikan vaksin tersebut. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya