Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemerintah Kebut Pembentukan Holding
WIKA Dan HIN Duet Kelola Hotel BUMN
Kamis, 15 April 2021 05:46 WIB
Sebelumnya
Vice President Corporate Communication and Business Development HIG, Deddy P Effendi menyambut baik pembentukan holding.
“Kami selalu optimis di dunia bisnis, upaya ini sebagai sebuah kepercayaan besar bagi kami meskipun di tengah pandemi,” ucapnya dalam keterangan.
Menurutnya, hotel-hotel yang di-holding terutama di bawah HIN, berada di lokasi strategis dan sudah memiliki market yang kuat.
Baca juga : Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan Selasa Besok
“Kami akan langsung mempersiapkan produk-produk yang up to date, agar bisa kompetitif,” imbuhnya.
Sepanjang 2020, total aset HIN tercatat sebesar Rp 9,74 triliun, ekuitas Rp 8,52 triliun dan dan liabilitas Rp 1,22 triliun. Sementara aset HIP mencapai Rp 2,99 triliun, ekuitas Rp 1,93 triliun dan kewajiban Rp 1,07 triliun.
Dorong Bisnis Hotel
Baca juga : Pemuda Pewaris Kepemimpinan Nasional, Jangan Abai Realita Sosial
Direktur Utama WIKA Realty, Koko Cahyo Kuncoro menerangkan, konsolidasi BUMN Hotel ini direncanakan berjalan di semester pertama-2021. Di mana WIKA Realty melakukan integrasi melalui investasi saham maupun akuisisi, sekaligus berfokus untuk meningkatkan bisnis hotel.
Menurutnya, dengan dibentuknya holding hotel ini, WIKA Realty akan mendapatkan penambahan portofolio baru sebanyak 22 hotel yang akan dikelola oleh operator Pesona Indonesia Jaya dan Hotel Indonesia Group. Selain itu akan ada 8 flagship hotel yang bergabung dalam rencana ini terdiri dari hotel bintang 5 dan 4.
Pihaknya optimistis, holding hotel dapat berkolaborasi dan saling support dengan holding pariwisata, untuk membantu meningkatkan ekonomi pariwisata Indonesia. “Apalagi adanya kegiatan vaksin Covid-19, kami makin optimis untuk menjadi institusi bisnis yang kompetitif dan global player,” ucapnya.
Baca juga : Lantik Pejabat, Sesmenpora Ingatkan Soal Pentingmya Tata Kelola Kelembagaan
Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani menilai, holding hotel BUMN tidak akan mengganggu kelangsungan bisnis hotel di Indonesia.
“Nggak masalah, di perhotelan kompetisinya makin sempurna. Jadi nggak ada masalah mau dikonsolidasi atau holding,” katanya kepada Rakyat Merdeka.
Menurutnya, selama ini hotel BUMN tidak optimal karena bisnisnya berbeda dengan bisnis intinya. Setelah dikonsolidasikan dengan bisnis intinya, mungkin dapat lebih bagus pengelolaannya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya