Dark/Light Mode

Kenaikan Harga Pangan Masih Berlangsung, Daging Sapi Turun Tipis

Selasa, 20 April 2021 12:46 WIB
Ilustrasi sapi potong. (ist)
Ilustrasi sapi potong. (ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Fluktuasi harga pangan sejak akhir tahun 2020 masih berlangsung hingga saat ini. Terjadinya fluktuasi dipengaruhi beberapa hal, seperti cuaca, distribusi, ketimpangan antara produksi dalam negeri dan juga permintaan.

"Serta tidak berjalan lancarnya penerbitan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dan Surat Perizinan Impor (SPI) untuk kebutuhan importasi komoditas tertentu," imbuh Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Indra Setiawan dalam keterangan tertulisnya kepada RM.id, Selasa (20/4/2021)

Dikatakan, berdasarkan pantauan dan data Indeks Bulanan Rumah Tangga (Bu RT) Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) pada bulan Maret, terlihat adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas, seperti ayam, bawang merah, bawang putih dan cabai merah.

Berita Terkait : Mentan: Riset Dan Inovasi Berkelanjutan Jadi Pondasi Pembangunan Pertanian

Meskipun demikian, harga daging sapi mengalami penurunan tipis. Salah satu komoditas strategis yang menunjukkan tren peningkatan harga adalah daging ayam.

Indeks Bu RT menunjukkan peningkatan harga sebesar Rp 1.693 dari Rp 35.580 di bulan Februari menjadi Rp 37.273 di bulan Maret. Naiknya harga ayam turut andil terhadap kenaikan inflasi keseluruhan, yakni sebesar 0,01 persen.

”Kenaikan harga pakan menjadi salah satu penyebab naiknya harga daging ayam yang disebabkan oleh naiknya harga produksi, kesulitan peternak rakyat mendapatkan bibit Day Old Chicken (DOC) dan harga DOC yang merangkak naik,” terang Indra.

Baca Juga : Menkeu: Kalau UKM Mau Tembus Pasar Global, 5 Kendala Ini Kudu Segera Diberesin

Kondisi serupa dapat ditemui di komoditas bawang, baik bawang merah maupun putih. Data Indeks Bu RT menunjukkan kenaikan harga bawang merah sebesar Rp 3.155 dari yang mulanya Rp 69.867 di bulan Februari kini menjadi Rp 73.022.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sempat mengatakan kemungkinan naiknya harga bawang akibat tingginya permintaan menjelang puasa dan Idul Fitri 2021.

Menteri Pertanian juga menyampaikan alasan lain di balik naiknya harga bawang merah, yakni musim penghujan dan pandemi Covid-19.

Baca Juga : Soal Novel LWMK, Penerbit Ajak Insan Literasi Lebih Konstruktif, Kreatif Dan Positif

Beriringan dengan bawang merah, lanjut Indra, harga bawang putih juga mengalami peningkatan. Indeks Bu RT mencatat kenaikan sebesar Rp 2.287 dari Rp 30.742 menjadi Rp 33.029 dalam kurun waktu satu bulan dari Februari ke Maret.
 Selanjutnya