Dark/Light Mode

Pasokan Aman, Harga Cabe Bakal Turun Nih...

Kamis, 8 April 2021 14:55 WIB
Cabe di pasaran/Khairizal Anwar
Cabe di pasaran/Khairizal Anwar

RM.id  Rakyat Merdeka - Harga cabe segera turun dalam waktu dekat ini. Hal itu disampaikan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi.

Hal itu bisa dilihat dengan cara melakukan analisis dan berbagai perhitungan untuk menjaga stabilitas harga komoditas utama, baik dari sisi produsen maupun dari sisi konsumen.

"Secara nasional ketersediaan pangan kita aman. Bahkan pemerintah sudah melakukan perhitungan-perhitungan sampai Mei atau setelah Lebaran. Tentu kewajiban kami menjaga harga di tingkat produsen maupun konsumen. Dua hal ini yang kita jaga bersama jajaran Kementerian Perdagangan (Kemendag)," kata Agung dalam keterangannya, Kamis (8/4).

Berita Terkait : Pasokan Cukup, Harga Cabe Berangsur Normal

Perhitungan yang dimaksud, yakni dengan melakukan intervensi pemerintah di saat kondisi harga mulai tidak stabil. Salah satunya dengan memobilisasi stok pangan dari sentra produksi sampai ke pasar. Begitu iuga dengan komoditas cabe yang naik karena faktor cuaca. 

“Kami intervensi sehingga masyarakat bisa membelinya dengan harga murah. Dan kami pastikan dalam waktu dekat ini harga cabe akan turun," tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga rutin memonitoring situasi dan pergerakan harga di lapangan yang dilakukan selama dua minggu sekali. Hasil monitoring ini selanjutnya dicocokkan dengan data yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS).

Berita Terkait : Ganjar-Sandi Cocok Nih

Oleh karena itu, segala macam upaya terus lakukan. Secara continue, pihaknya juga melakukan pertemuan rutin dan melakukan intervensi antarlembaga pemerintah. “Jadi kenaikan yang terjadi tidak lebih dari 10 persen,” ujar Agung.

Pengamat pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga Ketua Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Dwi Andreas Santoso mengatakan, dalam waktu dekat kondisi harga cabe di pasaran secara perlahan akan berangsur turun.

Menurut Dwi, kenaikan yang terjadi selama ini merupakan siklus musiman biasa yang disebabkan cuaca ekstrem, seperti curah hujan tinggi. 

Baca Juga : Sampai 5 Mei, NTT Berstatus Tanggap Darurat

Siklus ini bahkan sudah diamati sejak tujuh tahun terakhir, yakni setiap puasa dan Lebaran, harga komoditas utama seperti cabe, bawang dan ayam potong akan mengalami kenaikan.

"Sebenarnya tidak ada kaitannya dengan ramadan atau Lebaran. Kenaikan ini hanya siklus musiman biasa akibat cuaca ekstrem. Dan kalau kita perhatikan saat ini nampaknya mulai kembali normal," kata Dwi. [WHY]