Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kinerja Moncer, BCA Bukukan Laba Bersih Rp 7 T

Kamis, 22 April 2021 17:23 WIB
Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja (kedua kiri) bersama jajaran direksi BCA memaparkan kinerja kuartal I-2021. (Foto: ist)
Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja (kedua kiri) bersama jajaran direksi BCA memaparkan kinerja kuartal I-2021. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan entitas anak, mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada triwulan I-2021. BCA mencatatkan laba bersih sebesar Rp 7 triliun. Laba bersih tersebut tumbuh 7 persen secara tahunan (yoy). 

"Kenaikan laba ini sejalan dengan perekonomian yang berangsur pulih dari pandemi. Meskipun belum total pulih," kata Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja dalam paparan kinerja kuartal I-2021 BCA secara virtual, Kamis (22/4).

Dari sisi total kredit dan obligasi korporasi, relatif stabil sejak Desember 2020, dan mencapai Rp 610 triliun per 31 Maret 2021. Hal ini didukung oleh penempatan pada obligasi korporasi yang meningkat sebesar 6,9 persen dibandingkan posisi Desember 2020. 

"Pertumbuhan kredit yang positif pada segmen korporasi, ditopang permintaan pada industri telekomunikasi, minyak nabati dan hewani, serta perkebunan," imbuhnya.

Hingga akhir Maret 2021, total kredit BCA terkoreksi menjadi Rp 586,8 triliun. Secara rinci, kredit korporasi mencapai Rp 262,6 triliun di Maret 2021, naik 0,9 persen yoy. Kredit komersial dan UKM turun 6,4 persen yoy menjadi Rp 178,9 triliun. Total kredit konsumer terkontraksi 10 persen menjadi Rp 139,5 triliun. 

Berita Terkait : Naik 36,75 Persen, BTN Kantongi Laba Bersih Rp 625 Miliar

Pada portofolio kredit konsumer, KPR turun 3,4 persen yoy menjadi Rp 89,4 triliun, serta KKB berkurang 23,7 persen yoy menjadi Rp 36 triliun. Saldo outstanding kartu kredit turun 10,2 persen yoy ke Rp 11,1 triliun. 

Pengajuan aplikasi kredit konsumer baru dari BCA Online Expoversary diharapkan akan berkontribusi bagi penyaluran kredit baru pada triwulan II tahun ini. Dari total portofolio kredit, sekitar 21,4 persen atau Rp 126,0 triliun merupakan portofolio kredit keuangan berkelanjutan. 

Dari sisi dana pihak ketiga (DPK) BCA berhasil membukukan kinerja yang kuat pada kuarta I-2021. Current account and savings account (CASA) naik 15,4 persen mencapai Rp 655,8 triliun, berkontribusi bagi kenaikan total dana pihak ketiga yang sebesar 14,6 persen yoy menjadi Rp 849,4 triliun. 

Sementara itu, deposito berjangka meningkat 12,2 persen menjadi Rp 193,6 triliun. Kuatnya pertumbuhan dana pihak ketiga mendorong total aset tumbuh 12,1 persen yoy menjadi Rp 1.090,4 triliun di akhir Maret 2021. 

"Tingginya tingkat kepercayaan nasabah serta kuatnya franchise bisnis perbankan transaksi sebagai hasil pengembangan solusi digital secara konsisten, telah memperkokoh kontribusi CASA sebagai dana inti bank," imbuhnya.

Berita Terkait : KY dan PP Muhammadiyah Kerja Sama Wujudkan Peradilan Bersih

CASA berkontribusi sebesar 77,2 persen dari total DPK. BCA memproses 40,5 juta transaksi per hari secara rata-rata pada triwulan I-2021, naik dari 31,5 juta dari periode yang sama tahun lalu. Seiring pergeseran tren masyarakat ke arah digitalisasi, BCA terus mencatatkan pertumbuhan pesat pada jumlah transaksi melalui mobile dan internet banking. 

Solidnya pertumbuhan dana pihak ketiga memungkinkan BCA untuk mencetak pendapatan bunga yang lebih tinggi dari aset treasury, sehingga menyeimbangkan penurunan imbal hasil (yield) dan outstanding kredit yang lebih rendah. 

Selain itu, sejalan dengan tren penurunan suku bunga acuan dari Bank Indonesia (BI), BCA mampu menurunkan suku bunga produk deposito, yang mana berdampak pada beban bunga yang lebih rendah. 

"BCA mampu membukukan pertumbuhan positif pada pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 3,3 persen yoy menjadi Rp 14,1 triliun," sebutnya.

Secara total, pendapatan operasional tercatat sebesar Rp 19,1 triliun atau terkoreksi 2 persen yoy, sementara laba bersih tumbuh 7 persen yoy menjadi Rp 7 triliun. 

Berita Terkait : Kinerja Moncer, Publik Kudu Paham Tugas Dan Fungsi Kementan

Permodalan BCA tetap berada di posisi yang solid dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tercatat sebesar 24,5 persen lebih tinggi dari ketetapan regulator, serta likuiditas tetap memadai dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 65,2 persen. 

Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) terjaga pada tingkat yang bisa ditoleransi sebesar 1,8 persen dibandingkan triwulan I tahun lalu yang sebesar 1,6 persen, didukung oleh relaksasi kebijakan restrukturisasi. Normalisasi restrukturisasi kredit akan menjadi salah satu fokus BCA tahun 2021. [DWI]