Dewan Pers

Dark/Light Mode

Yield Obligasi AS Anjlok, Rupiah Makin Joss

Jumat, 7 Mei 2021 09:33 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pagi ini nilai tukar rupiah dibuka menguat cukup tinggi. Rupiah menguat sebesar 0,32 persen ke level Rp 14.272 per dolar AS, dibandingkan perdagangan kemarin sore di level Rp 14.319 per dolar AS.

Tak hanya rupiah, mayoritas mata uang di Asia menguat terhadap dolar AS. Dolar Singapura naik 0,01 persen, dolar Taiwan melonjak 0,03 persen, won Korea Selatan menguat 0,37 persen, dan peso Filipina naik 0,19 persen.

Berita Terkait : Ekonomi RI Resesi, Rupiah Tetap Joss

Indeks Dolar AS turun terhadap sekeranjang mata uang 0,34 persen ke level 90,948. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,36 persen ke level Rp 17.211, terhadap poundsterling Inggris juga naik 0,31 persen ke level Rp 19.830 dan terhadap dolar Australia menguat 0,46 persen ke level Rp 11.096.

Pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra mengatakan, rupiah masih berpotensi menguat terhadap dolar AS hari ini. Penguatan didukung oleh imbal hasil obligasi (yield treasury) AS yang masih tertekan dan optimisme pemulihan ekonomi global.

Berita Terkait : Kasus Positif Melonjak, Kasus Kematian Nanjak, Riau Makin Darurat Covid

"Nilai tukar regional juga terlihat menguat terhadap dolar AS. Yield Treasury AS masih turun, dan berada di bawah 1,60 persen sehingga memberikan tekanan ke dolar AS," jelasnya, Jumat (7/5).

Tak hanya itu, hasil rapat moneter Bank Sentral Inggris semalam, menunjukkan optimisme pemulihan ekonomi Inggris tahun ini di atas level sebelum pandemi.

Berita Terkait : Dolar Lesu, Rupiah Joss Lagi

Untuk itu ia memproyeksi, mata uang Garuda sepanjang hari ini menguat ke kisaran Rp 14.300-Rp 14.280 per dolar AS. Dengan potensi resisten di kisaran Rp 14.350 per dolar AS. [DWI]