Dewan Pers

Dark/Light Mode

BRI Perusahaan Publik Paling Bernilai Versi Majalah Forbes

Selasa, 18 Mei 2021 16:50 WIB
Dirut BRI Sunarso (RM.id/BRI)
Dirut BRI Sunarso (RM.id/BRI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dinobatkan majalah bisnis dan finansial Amerika Serika, Forbes dalam Global 2000: The World’s Largest Public Companies sebagai salah satu perusahaan publik paling bernilai di Indonesia.

BRI yang menempati peringkat ke-362 dari 2.000 perusahaan publik terbaik di dunia tersebut juga masuk ke dalam daftar World Best Banks 2021 versi Forbes, di tengah pandemi Covid-19.

Berita Terkait : Serangan Rudal Palestina Mulai Dekati Reaktor Nuklir Israel

Forbes menyatakan, terdapat enam perusahaan publik di Indonesia yang masuk daftar dan BRI menempati peringkat tertinggi. Posisi ini menjadikan BRI menempati posisi tertinggi untuk tujuh tahun berturut-turut.

Direktur Utama BRI Sunarso di Jakarta, Selasa (18/5/2021) mengatakan, pencapaian ini merupakan bukti komitmen BRI dalam menjaga kinerja yang sustain dengan fokus pada penyelamatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta mitra pemerintah dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Berita Terkait : PKB Sebut Keputusan MK soal Syarat Verifikasi Parpol Sudah Bijak

Daftar Global 2000: The World’s Largest Public Companies bersumber dari sistem FactSet Research yang melakukan seleksi terhadap 2.000 perusahaan publik terbesar di dunia dalam empat aspe. Yaitu sales, profit, assets dan market value.

Dari sisi penjualan, BRI berada di peringkat 1.007 dan profitabilitas berada di urutan 529. Sedangkan posisi aset berada pada peringkat 354, dan nilai pasar berada di urutan 505.

Berita Terkait : Ratusan Ilmuwan India Desak PM Modi Bersikap Terbuka Soal Data Covid

Bank yang fokus di segmen UMKM dan berkode BBRI ini mencatatkan, pendapatan sekitar 10 miliar dolar AS, aset mencapai 107,6 miliar dolar AS dan keuntungan sebesar 1,3 miliar dolar AS.

Secara keseluruhan, perusahaan yang masuk dalam daftar Forbes Global 2.000 ini mengalami kenaikan kapitalisasi pasar sebesar 47 persen menjadi 79,8 triliun dolar AS, dengan pendapatan turun 6 persen menjadi 39,8 triliun dolar AS dengan keuntungan turun 24 persen menjadi 2,5 triliun dolar AS. [MEL]