Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kinerja Kuartal I, BRI Salurkan Kredit Rp 914,19 T

Selasa, 25 Mei 2021 13:50 WIB
Direktur Utama BRI, Sunarso. (Foto: ist)
Direktur Utama BRI, Sunarso. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus membaik. Pada kuartal I-2021, BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 914,19 triliun.

Penopang utama pertumbuhan kredit BRI yakni kredit mikro sebesar Rp 360,03 triliun atau tumbuh 12,43 persen year on year (yoy), dan kredit konsumer yang tumbuh 1,62 persen yoy menjadi Rp 145,06 triliun. Secara umum, porfotolio kredit UMKM BRI tercatat sebesar 80,60 persen dari seluruh kredit BRI. 

Angka ini lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu, dimana komposisi kredit UMKM BRI tercatat 78,31 persen. Porsi kredit UMKM BRI tersebut akan terus merangkak naik dan perseroan menargetkan angka ini akan tembus mencapai 85 persen.

"Di tengah kondisi ekonomi nasional yang tengah berjuang untuk pulih, BRI berhasil mempertahankan kinerja positif," ucap Direktur Utama BRI, Sunarso dalam paparan kinerja kuartal I-2021 secara virtual, Selasa (25/5).

Berita Terkait : Top! PNBP Sektor ESDM Kuartal I Tembus Rp 55,11 T

Perseroan juga mampu menjaga kualitas kredit yang disalurkan dengan baik. Hal tersebut tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang tercatat sebesar 3,16 persen pada akhir Maret 2021. Selain itu, BRI juga menyiapkan pencadangan (NPL Coverage) di kisaran 250,60 persen. 

“Pencadangan yang ditetapkan BRI dialokasikan dengan komposisi terbaik. Di mana hingga akhir tahun kami proyeksikan pencadangan ini, tidak akan setinggi tahun sebelumnya seiring dengan kondisi ekonomi yang kian membaik,” ujar Sunarso.

BRI juga mencatat laba bersih konsolidasi Rp 6,86 triliun atau turun 16,7 persen dari Rp 8,17 triliun periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Pendapatan bunga bersih dan premi bank ini sebetulnya masih tercatat tumbuh sebesar 9,87 persen yoy dari Rp 21,53 triliun menjadi Rp 23,65 triliun. 

Hanya saja, BRI mencatatkan kerugian penurunan nilai aset keuangan sebesar Rp 8,46 triliun. Jumlah tersebut membesar 29,2 persen yoy dari Rp 6,55 triliun kuartal I-2020.

Berita Terkait : Kinerja Triwulan I, BSI Kantongi Laba Bersih Rp 742 M

Dari sisi aset BRI, tercatat tumbuh positif sebesar 3,83 persen yoy menjadi Rp 1.411,05 triliun di akhir kuartal I-2021. Sementara itu, dari sisi liabilities, BRI mampu menghimpun dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp 1.049,32 triliun atau tumbuh 1,97 persen yoy. Tabungan tercatat tumbuh double digit sebesar 11,50 persen yoy menjadi Rp 443,87 triliun di akhir kuartal I-2021. 

"Peningkatan ini mengerek peningkatan dana murah (CASA) BRI, dari sebelumnya sebesar 55,90 persen di akhir Maret 2020 menjadi 58,91 persen di akhir Maret 2021," imbuhnya.

Upaya BRI dalam menjaga sustainability juga tercermin dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) yang berada pada angka ideal. LDR BRI di akhir Maret 2021 tercatat sebesar 87,12 persen, sementara itu CAR BRI di periode yang sama tercatat sebesar 19,74 persen atau meningkat dari periode sama tahun sebelumnya sebesar 18,56 persen. 

"BRI memandang tantangan utama perbankan saat ini bukan mencari likuiditas, namun masih pada penyaluran kredit kepada sektor riil," jelas Sunarso.

Berita Terkait : Triwulan I-2021, LPDB-KUMKM Salurkan Dana Bergulir Rp 553 Miliar

Menurut dia, dua hal yang paling signifikan dan paling elastis mempengaruhi pertumbuhan kredit. Pertama, adalah konsumsi rumah tangga, dan yang kedua adalah daya beli masyarakat. [DWI]