Dewan Pers

Dark/Light Mode

RI Komitmen Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca

Selasa, 1 Juni 2021 16:27 WIB
Menteri ESDM, Arifin Tasrif
Menteri ESDM, Arifin Tasrif

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menyatakan Indonesia berkomitmen dalam penurunan emisi gas rumah kaca.

Hal itu disampaikan Arifin saat menerima kunjungan Presiden COP 26Designate Pemerintah UK dan Duta Besar Inggris Untuk Indonesia Dan Timor Leste, Owen Jenkins, Senin (31/5). 

Dalam pertemuan ini, Arifin menyampaikan,  bahwa Pemerintah Indonesia berkomitmen dalam penurunan emisi gas rumah kaca sebagaimana yang dituangkan dalam Nationally Determined Contribution (NDC). 

Berita Terkait : Bos Pertamina Komit Majukan Layanan Gas Bumi

Guna mendukung pencapaian net zero emission, Kementerian ESDM juga menyusun beberapa strategi, di antaranya mandatori biodiesel, co-firing PLTU, pemanfaatan Refuse Derived Fuel (RDF), penggantian diesel dengan pembangkit listrik energi terbarukan, termasukan yang berbasis hayati, pemanfaatan non listrik/non biufuel seperti briket, dan pengeringan hasil pertanian dan biogas.

Saat ini, Kementerian ESDM bersama-sama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sedang menyusun komitmen net zero emission Indonesia, khususnya program penurunan emisi di bidang pembangkit ketenagalistrikan.

"Implementasi program tersebut antara lain melalui penghentian pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU ) sebanyak 53 GW antara tahun 2025- 2045," ujar Arifin.

Berita Terkait : Ribuan Buruh Bakal Gelar Aksi Solidaritas Buat Palestina

COP 26 President Designate Pemerintah UK, Mr. Alok Sharma mengapresiasi inisiatif Kementerian ESDM mendukung pencapaian target net zero emission dan berharap bahwa Pemerintah Indonesia dapat segera secara resmi mengumumkan komitmen net zero emissionnya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Indonesia saat ini juga sedang menyusun Grand Strategy Energy untuk pengembangan sektor energi untuk mencapai target ideal dalam hal ketahanan energi, bauran energi, dan pengurangan emisi.

Grand Strategy menekankan strategi untuk memenuhi permintaan energi nasional, guna meningkatkan neraca perdagangan, serta mengembangkan infrastruktur energi. 

Berita Terkait : Rukyatul Hilal, Kemenag Turunkan Ahli Falak Di 88 Titik

Salah satu targetnya, adalah mempercepat penggunaan pembangkit listrik energi terbarukan dengan kapasitas tambahan sekitar 38 GW pada 2035, di mana Solar PV diprioritaskan mengingat biaya investasinya yang relatif lebih murah dan durasi pemasangan yang singkat.

Selain ke Kementerian ESDM, President Designate COP 26 juga akan melakukan kunjungan ke beberapa menteri terkait lainnya dalam rangka persiapan pelaksanaan COP 26 di Glassgow pada akhir tahun 2021 mendatang. [MFA]