Dark/Light Mode

Ekonomi Syariah Diminta Jadi Solusi Utama Pengentasan Kemiskinan

Minggu, 6 Juni 2021 11:19 WIB
Tenaga Ahli Menteri Keuangan Bidang Keuangan Syariah Halim Alamsyah. (Foto: Zoom)
Tenaga Ahli Menteri Keuangan Bidang Keuangan Syariah Halim Alamsyah. (Foto: Zoom)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan, tren digitalisasi membuka potensi yang besar di banyak sektor jasa keuangan. Termasuk pelaku keuangan syariah.

Tenaga Ahli Menteri Keuangan Bidang Keuangan Syariah Halim Alamsyah mengatakan, gelombang digitalisasi yang terus berkembang di tengah pandemi Covid-19 harus dimanfaatkan oleh industri keuangan syariah. Apalagi, ekonomi syariah diprediksi bakal menjadi penggerak baru perekonomian nasional.

"Pemerintah memahami besarnya potensi di industri keuangan syariah sebagai salah satu penggerak baru perekonomian di Indonesia. Ditambah negara kita memiliki penduduk muslim terbesar di dunia," tutur Halim dalam penghargaan Indonesia Sharia Finance Awards 2021, yang diselenggarakan oleh Warta Ekonomi Group, dikutip Minggu (6/6).

Halim mencatat, tren pasar keuangan syariah global saat ini juga tengah meningkat pesat. Dia bilang pengamat ekonomi dunia bahkan memprediksi bahwa pengeluaran konsumen muslim global tahun 2024 mendatang bakal mencapai 2,4 triliun dolar AS.

Dia meminta pelaku industri syariah dapat jeli untuk memanfaatkan berbagai potensi besar yang saat ini tengah dan akan berkembang. Dengan begitu, manfaat perekonomian Syariah benar-benar diimplementasikan sebagai solusi untuk membangun perekonomian masyarakat.

Berita Terkait : Kemendagri Dorong Pemda Percepat Serap APBD 2021

"Potensi besar ini dapat dimanfaatkan oleh para pelaku industri Syariah Tanah Air agar ke depan perekonomian syariah dapat tampil menjadi solusi utama untuk mengentaskan kemiskinan, mengurangi ketimpangan sosial yang ada di masyarakat," paparnya.

Menyadari potensi itu, Presiden Joko Widodo, lanjut Halim, telah memberikan arahan sekaligus visi Indonesia untuk menjadi pusat ekonomi Syariah terkemuka di dunia.

Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) yang telah dibentuk oleh pemerintah bersama-sama dengan berbagai otoritas dalam bidang keuangan telah diberikan mandat untuk mewujudkan visi-misi tersebut.

"Mewujudkan dengan berbagai langkah strategis untuk mengembangkan dan menguatkan ekonomi dan keuangan syariah melalui digitalisasi," papar Halim.

Berbagai langkah strategis yang telah disusun tersebut, seperti mendukung usaha-usaha syariah untuk mendapatkan akses dan mengoptimalkan layanan digital seperti Fintech dan juga e-commerce.

Berita Terkait : Program Vaksin Lancar Ekonomi Bakal Moncer

Selain itu perlu juga dibangun sinergi antara industri halal dengan layanan keuangan syariah. Serta memperluas implementasi dan pengembangan QR Indonesia Standar (QRIS) di semua sektor industri halal untuk meningkatkan inklusi digital.

Mensinergikan Fintech syariah dan layanan digital perbankan syariah untuk melayani Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta komunitas masyarakat yang tidak bankable.

Pihaknya mendorong pasar tradisional berbasis komunitas melalui digitalisasi. Serta mengumpulkan dan mengoptimalkan penyaluran dana zakat, infaq, shodaqoh dan waqaf (ZISWAF) melalui gerakan transformasi digital.

Kemudian memperkuat dan memperluas kerjasama internasional untuk pengembangan industri halal dan mendorong terciptanya sistem halal traceability and tracking berbasis blockchain untuk meningkatkan daya saing produk halal.

Melalui berbagai langkah strategis ini, menurut Halim, pemerintah berharap dapat menciptakan ekosistem digital yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh pelaku industri, tidak terkecuali sektor ekonomi syariah. Upaya mendorong pertumbuhan perekonomian syariah ini tentunya membutuhkan dukungan dari semua pihak.

Berita Terkait : Bantu Target Pertumbuhan Ekonomi, Perbankan Siap Gelontorkan Kredit Industri

Halim mengapresiasi inisiatif yang diambil oleh Warta Ekonomi Group dengan menggelar penghargaan Indonesia Sharia Finance Awards 2021. Mengambil tema Toward The World’s Best Ecosystem of The Sharia Economy.

"Kami berharap penghargaan tersebut dapat semakin memacu semangat semua pihak dalam berkontribusi memajukan perekonomian dan keuangan syariah di Indonesia," harapnya.

Adapun penerima penghargaan dalam ajang Indonesia Sharia Finance Awards 2021, Toward The World’s Best Ecosystem of The Sharia Economy ada 17 perusahaan. Diantaranya PT Mandiri Utama Finance, BCA Syariah, Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, Bank DKI dan PT Bussan Auto Finance. [JAR]