Dark/Light Mode

Erick Genjot Program Lumbung Ikan Nasional

BUMN Ekspor Gurita Beku Dan Kembung

Kamis, 10 Juni 2021 05:34 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Foto : Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO).
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Foto : Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong perusahaan pelat merah mensukseskan program Lumbung Ikan Nasional pemerintah. Sejak dini harus meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk memperkuat rantai pasok.

Erick menekankan, kerja sama tersebut harus memperhatikan kepentingan nasional. Sebab, proyek yang melibatkan BUMN pasti akan menjadi motor pem­bangunan di sejumlah wilayah di Nusantara.

“Jangan hanya di Pulau Jawa, melainkan juga pembangunan strategis di wilayah Timur Indo­nesia,” ujar Erick, melalui keterangan tertulisnya Sabtu (5/6).

Baca Juga : Presiden Prancis Ditampar Warganya Saat Blusukan...

Erick mengatakan, pemerin­tah akan membangun pelabuhan perikanan di Ambon, Malu­ku. Selain untuk mempertegas kedaulatan maritim dan perika­nan, pembangunan pelabuhan itu untuk menyukseskan Program Lumbung Ikan Nasional.

Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI, selaku induk Holding BUMN Pangan, Arief Prasetyo Adi menyatakan siap mendu­kung program Lumbung Ikan Nasional.

Nantinya, menurutnya, peran BUMN Perikanan yang berada di bawah Holding Pangan akan ada di wilayah Ambon, Bacan, Bitung, Gorontalo, Sorong dan sekitarnya.

Baca Juga : Kemenpora Gelar Pelatihan Tenaga Keolahragaan Di Pekanbaru

“Kami siap berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kemente­rian Koordinator Kemaritiman dan Investasi,” tutur Arief mela­lui siaran pers, Senin (7/6).

Ia menerangkan, dalam Hold­ing BUMN Pangan akan ada penggabungan (merger) peru­sahaan yang memiliki bisnis serupa. Yakni, penggabungan Perum Perikanan Indonesia (Perindo) dan PT Perikanan Nusantara (Perinus). Berdasarkan hasil kajian, merger tersebut dapat meningkatkan penjualan. Termasuk mendukung pening­katan ekspor produk perikanan Indonesia ke pasar internasional. Bahkan, bisa memberikan man­faat kepada ekosistem nelayan dan Usaha Mikro, Kecil dan Me­nengah (UMKM) dengan meningkatkan hasil offtake nelayan, nilai tukar nelayan, menjaga ketersediaan dan aksesibilitas produk perikanan, meningkat­kan kualitas mutu produk hingga pemberdayaan UMKM.

Pada masa pra penggabungan dua BUMN Perikanan ini, lanjut Arief, saat ini pihaknya terus menggenjot segmentasi ekspor produk perikanan. Hal ini terli­hat pada pekan lalu, Perinus melakukan ekspor gurita ke Jepang, setelah pekan sebelumnya Perindo juga melakukan ekspor ikan kembung guna memenuhi pesanan dari Thailand.
 Selanjutnya