Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Jelang Hari Raya Idul Adha
BUMN Pangan Siap Jaga Stabilitas Harga Daging
Minggu, 27 Juni 2021 05:28 WIB
Sebelumnya
Saat ini, perseroan tengah fokus melakukan pemasaran dan pendekatan Business to Business (B2B) maupun Business to Community (B2C). Serta melakukan pemasaran ritel dengan harga acuan penjualan sesuai regulasi pemerintah. Salah satunya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 07 Tahun 2020.
“Kami harapkan dengan upaya yang ada, maka harga pangan protein daging di pasar tetap dapat terjangkau masyarakat,” harapnya.
Sebelumnya, Peneliti dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Indra Setiawan menyebutkan, berdasarkan Data Indeks Bulanan Rumah Tangga (Indeks BURT) dari CIPS menunjukkan, harga tujuh dari sembilan komoditas pokok mengalami kenaikan pesat.
Baca juga : MUI Minta Shalat Idul Adha Di Rumah Jika Berada Di Zona Merah
Kenaikan ini juga mendukung laju inflasi di Mei hingga mencapai 0,38 persen di sektor makanan dan minuman.
Dia menerangkan, di antara komoditas pangan tersebut, harga daging mengalami kenaikan yang paling ekstrem. Sebab, dari April ke Mei 2021, harga daging naik sekitar 7 persen, jauh lebih tinggi dibanding barang lainnya.
Ada pun harga daging sapi meningkat dari Rp 154.750 per kilogram (kg) menjadi Rp 165.900 per kg.
Baca juga : Gabung Persita Tangerang, Ini Harapan Dhika
“Kenaikan ini bisa disebabkan beberapa faktor, seperti adanya peningkatan permintaan yang terjadi semenjak awal Ramadan, berbarengan dengan permintaan menjelang Idul Adha,” ungkap Indra melalui siaran pers yang diterima Rakyat Merdeka, Rabu (23/6).
Selain itu, kenaikan juga disebabkan para pedagang tidak memiliki stok daging yang mencukupi. Sehingga terpaksa menyembelih sapi betina, yang seharusnya mampu bereproduksi, untuk menjaga ketersediaan sapi jantan di Idul Adha.
Tidak hanya itu, kebijakan impor juga ditengarai menjadi penyebab kenaikan harga daging. Mengingat sapi di Australia sekarang sedang anjlok ketersediaannya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya