Click Here

Dark/Light Mode

Laporan Bank Dunia

Indonesia Butuh Pekerja Untuk Kelas Menengah

Kamis, 1 Juli 2021 05:33 WIB
Ilustrasi - Halaman situs web Bank Dunia. (Foto : Shutterstock).
Ilustrasi - Halaman situs web Bank Dunia. (Foto : Shutterstock).

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia harus mendorong terciptanya pekerjaan kelas menengah. Ini penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.

Hal itu terungkap dalam laporan Bank Dunia bertajuk Pathways to Middle-Class Jobs in Indonesia, kemarin.

Ekonom Bank Dunia Maria Monica Wihardja menjelaskan, pekerjaan kelas menengah da­pat diartikan sebagai pekerjaan yang membayar upah, gaji atau keuntungan yang memungkinkan keluarga pekerja rata-rata mengkonsumsi cara hidup kelas menengah. Ini setara dengan Rp 3,752 juta per bulan.

Berita Terkait : Survei Tunjukkan, Warga Indonesia Mau Penghapusan Hukuman Mati

Menurut dia, pekerjaan kelas menengah bisa dalam bentuk for­mal sektor dan informal sektor.

“Bank Dunia mencatat, dari total 124 juta pekerja di Indonesia pada 2018, sebanyak 85 juta orang merupakan pekerja lepas, karyawan atau wiraswasta yang mendapatkan upah, gaji atau keuntungan pribadi,” jelas Monica.

Sedangkan 39 juta lainnya merupakan pekerja keluarga yang tidak dibayar dan pekerja yang mengandalkan keuntungan bisnis.

Berita Terkait : Gandeng GP Ansor Dan Pos Indonesia, BNI Perluas Jaringan BNI Agen46

Monica mengatakan, dari 85 juta pekerja, hanya 15,4 persen yang mendapatkan penghasilan kelas menengah. Dan hanya 4 persen yang mendapat penghasilan kelas menengah dengan sta­tus pegawai tetap dan menerima manfaat sosial penuh.

“Karena itu, Bank Dunia merekomendasikan Indonesia melaku­kan pembaharuan untuk memper­cepat pertumbuhan produktivitas, melalui peningkatan kompetisi dan kebijakan,” katanya.

Ada tiga rekomendasi yang diberikan. Pertama, memper­cepat pertumbuhan produktivi­tas secara menyeluruh melalui penerapan berbagai kebijakan secara efektif. Sehingga dapat membuka kunci bagi masuk dan berkembangnya perusahaan-perusahaan baru.

Berita Terkait : Juliari Beri Jatah 400 Ribu Paket Untuk Politisi Senayan

Kedua, strategi promosi untuk penanaman modal baru di sek­tor-sektor yang kemungkinannya akan menciptakan pekerjaan kelas menengah. Misalnya, sek­tor manufaktur.

Monica menganggap, dukungan komplementer, seperti sistem informasi pasar kerja dan asuransi terkait kehilangan pekerjaan untuk mendanai pen­carian dan relokasi yang da­pat membantu proses transisi pekerja menuju pekerjaan kelas menengah, juga dibutuhkan.
 Selanjutnya