Dark/Light Mode

Peringkat Pendapatan Indonesia Turun Kelas

Program PEN Selamatkan Rakyat Dari Kemiskinan…

Jumat, 9 Juli 2021 05:29 WIB
World Bank. (Foto : Istimewa).
World Bank. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Dunia melaporkan peringkat Indonesia turun kelas menjadi negara dengan pendapatan atau penghasilan menengah ke bawah (lower middle-income country). Penurunan ini imbas pandemi Covid-19.

Tak hanya Indonesia, hampir semua negara di dunia juga mengalami penurunan penda­patan per kapita.

Dalam laporan World Bank Country Classifications by In­come Level: 2021-2022, penda­patan per kapita Indonesia turun dari 4.050 dolar Amerika Serikat (AS) di tahun 2019 menjadi 3.870 dolar AS di 2020.

Baca juga : Ditengah Pandemi, Sharp Indonesia Capai Produksi Mesin Cuci Ke-10 Juta

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengungkapkan, penurunan tingkat pendapatan per kapita selama masa pandemi ini tidak terelakkan. Hampir semua negara di dunia mengalami penurunan.

Pandemi Covid-19 menjadi tantangan yang besar dan kri­sis kesehatan telah memberi dampak sangat mendalam pada kehidupan sosial dan aktivitas ekonomi global,” kata Febrio di Jakarta, kemarin.

Febrio menjelaskan, penu­runan pendapatan per kapita Indonesia merupakan sebuah konsekuensi yang tidak terhin­darkan. Meski demikian, melalui respons kebijakan fiskal yang adaptif dan kredibel, pemerin­tah mampu menahan terjadinya kontraksi ekonomi yang lebih dalam.

Baca juga : Awas, Bui Menanti...!

Jika pada 2020, perekonomian Indonesia tumbuh -2,1 persen. Ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan beberapa negara G-20 dan ASEAN. Antara lain, India yang perekonomiannya minus 8,0 persen, Afrika Selatan -7,0 persen, Brazil -4,1 persen, Thailand -6,1 persen, Filipina -9,5 persen dan Malaysia -5,6 persen.

Hanya beberapa negara yang masih dapat tumbuh positif di tahun 2020, yaitu: China 2,3 persen, Turki 1,8 persen dan Vietnam 2,9 persen.

Menurut Febrio, sebelum pan­demi, Indonesia berada dalam tren yang kuat dalam pertum­buhan ekonomi dan kesejahteraan.

Baca juga : Tinjau Penyekatan Akses Keluar-Masuk Jakarta, Anies: Ini Usaha Menyelamatkan Kita Semua

Saat itu, Indonesia mampu mendorong taraf kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Ini dibangun melalui kerja keras, melaksanakan pembangunan un­tuk mendapatkan pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi se­cara konsisten dengan rata-rata 5,4 persen dalam beberapa tahun terakhir sebelum pandemi.

Hal tersebut membawa Indo­nesia masuk ke dalam kategori negara Upper Middle-Income Country (UMIC), dengan penda­patan per kapita mencapai 4.050 dolar AS di tahun 2019. Sedikit di atas ambang batas minimal, yakni 4.046 dolar AS.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.