Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Peringkat Pendapatan Indonesia Turun Kelas
Program PEN Selamatkan Rakyat Dari Kemiskinan…
Jumat, 9 Juli 2021 05:29 WIB
Sebelumnya
“Sekarang, di tengah tekanan pandemi, pemerintah konsisten menggulirkan kebijakan yang difokuskan pada upaya penanganan pandemi, penguatan perlindungan sosial, serta dukungan bagi dunia usaha. Termasuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” jelas Febrio.
Dia mengklaim, melalui kerja keras Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta program PEN, berbagai manfaat besar telah dirasakan oleh masyarakat. Antara lain, program perlindungan sosial PEN telah efektif menjaga konsumsi kelompok masyarakat termiskin di saat pandemi.
“Sehingga, di tengah penurunan tingkat pendapatan per kapita secara agregat, masyarakat miskin dan rentan tetap mendapatkan perlindungan yang layak,” ujarnya.
Baca juga : Ditengah Pandemi, Sharp Indonesia Capai Produksi Mesin Cuci Ke-10 Juta
Febrio menyebut, tanpa adanya program PEN, Bank Dunia mengestimasi angka kemiskinan Indonesia tahun 2020 dapat mencapai 11,8 persen.
Artinya, program PEN di tahun 2020 telah mampu menyelamatkan lebih dari 5 juta orang dari kemiskinan.
“Program PEN juga mampu menjadi motor pemulihan ekonomi sehingga mampu menciptakan 2,61 juta lapangan kerja baru dalam kurun September 2020 hingga Februari 2021,” ucap Febrio.
Baca juga : Awas, Bui Menanti...!
Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengaku tidak heran dengan menurunnya peringkat Indonesia di saat pandemi Covid-19.
“Akibat pandemi, posisi Indonesia juga cukup berat keluar dari jebakan kelas menengah,” kata Bhima.
Satu-satunya jalan yang harus dilakukan Indonesia saat ini, yakni melakukan transformasi struktural menjadi negara industri maju. Negara yang ekspornya dominan produk berteknologi tinggi.
Baca juga : Tinjau Penyekatan Akses Keluar-Masuk Jakarta, Anies: Ini Usaha Menyelamatkan Kita Semua
“Dengan langkah ini, ekspor kita tidak sebatas bahan baku dan barang setengah jadi saja. Ada nilai tambah yang sangat berpengaruh besar dalam perdagangan internasional untuk mendongkrak perekonomian,” pungkas Bhima. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya