Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tinjau Penyekatan Akses Keluar-Masuk Jakarta, Anies: Ini Usaha Menyelamatkan Kita Semua

Minggu, 4 Juli 2021 21:56 WIB
Gubernur DKI Anies Baswedan. (Foto: Ist)
Gubernur DKI Anies Baswedan. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, memantau posko-posko penyekatan akses jalan keluar-masuk DKI Jakarta, Minggu (4/7).

Anies tak sendiri, dia didampingi Pangdam Jaya Mayjen Mulyo, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Beberapa posko yang dikunjungi Anies adalah Terminal Kalideres, Jalan Daan Mogot, kawasan Lenteng Agung, dan Jalan Raya Bogor.

“Sore hari ini kita memantau jalan-jalan menuju Jakarta dan keluar dari Jakarta," ujar Anies usai melakukan peninjauan, Minggu (4/7).

Berita Terkait : Tengah Malam Ini, Polda Metro Jaya Tutup Akses Keluar Masuk Jakarta

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini kembali mengimbau seluruh masyarakat untuk mengurangi mobilitas. Apalagi, jika mobilitas tersebut tak berkaitan dengan sektor yang sifatnya esensial dan kritikal.

Diingatkan Anies, dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), hanya pekerja sektor esensial dan kritikal yang diperbolehkan melakukan kegiatan keseharian untuk bekerja.

"Karena itu, saya ingin ingatkan kepada semua bahwa pembatasan mobilitas harus dimulai dari diri kita masing-masing. Apakah kita termasuk dalam sektor itu atau tidak? Bila tidak, maka ikhtiarkan untuk di rumah," imbaunya.

Imbauan ini bukan tanpa dasar. Anies mengingatkan, kondisi pandemi di Ibu Kota sangat mengkhawatirkan. Semua rumah sakit di Jakarta dan sekitarnya sudah kewalahan menangani pasien yang terus bertambah.

Berita Terkait : Tinjau RSUD Koja, Anies: Siapa Pun Yang Datang, Perlakukan Seperti Saudara Kita Sendiri

Dengan berada di rumah saja, masyarakat bisa membantu menekan potensi penyebaran Covid-19 dan menyelamatkan sesama.

"Tiap hari ratusan keluarga panik mencari tempat isolasi atau rumah sakit, karena mereka terpapar. Karena itulah, saya minta kepada semua, hindari keterpaparan dengan sementara bertahan dulu di rumah, kurangi kegiatan di luar rumah. Ini adalah usaha untuk menyelamatkan kita semua," pinta Anies lagi.

Selain lonjakan kasus positif Covid-19, DKI juga mengalami kenaikan angka kematian. Pemakaman melonjak tajam dalam seminggu terakhir. Angka pemakaman dengan protokol Covid-19 mencapai rekor pada pekan lalu, dengan 392 pemakaman dalam sehari.

"Menambah liang kubur ini adalah sebuah tanda bahaya bagi semua, bahwa jumlah kematian di Jakarta meningkat amat tinggi. Ini adalah orang-orang yang dua minggu sebelumnya masih sehat, mereka orang tua, ayah, ibu, kakak, adik kita," tegasnya.

Berita Terkait : Bantu Petani Kopi Dan Cokelat, CJ Indonesia Gelar Pelatihan Pemasaran

Anies ingin semua pihak menyadari bahwa saat ini merupakan masa yang sulit yang akan dihadapi dalam dua sampai empat minggu ke depan. Jika ingin masa sulit ini lekas berlalu, maka masyarakat harus bertahan di rumah demi keselamatan.

"Kita tak ingin kuburkan lebih banyak orang lagi, kita ingin yang di rumah sakit pulang ke rumah, dan yang tak terpapar, tidak terpapar. Caranya, jauhi kerumunan, kurangi mobilitas, dan tinggal di rumah, serta segera lakukan vaksinasi," tandas Anies. [OKT]