Dewan Pers

Dark/Light Mode

Semester I, PNM Gelontorkan Pembiayaan Untuk UMKM Rp 22,8 T

Jumat, 16 Juli 2021 19:54 WIB
Pegawai PNM melayani masyarakat. (Foto: ist)
Pegawai PNM melayani masyarakat. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menyalurkan pembiayaan untuk UMKM pada semester I-2021 sebesar Rp 22,8 triliun. Jumlah ini melesat tajam 197 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data PNM, pembiayaan yang tumbuh pesat di semester ini utamanya dipengaruhi penyaluran lini pembiayaan Mekaar dan ULaMM. Pembiayaan Mekaar naik 201 persen (year on year/yoy) menjadi Rp 21,3 triliun. Sedangkan pembiayaan ULaMM tumbuh 141 persen (yoy) menjadi Rp 1,5 triliun.

Berita Terkait : Kuartal I, Indofood Kantongi Penjualan Rp 24 T

Direktur Kelembagaan dan Perencanaan PNM, Sunar Basuki mengatakan, PNM mampu mencatatkan pertumbuhan pembiayaan yang positif pada semester I-2021. Kontribusi ini sangat dominan dalam pertumbuhan perusahaan. Meningkatnya pembiayaan tahun 2021 tidak terlepas dari keunikan produk yang ditawarkan oleh PNM. 

"Selain itu, dukungan dari Account Officer selaku Pendamping Lapangan kami juga memegang peranan penting," ujarnya, Jumat (16/7).

Berita Terkait : Pandemi, Perdagangan RI Dengan Swiss Untung Rp 9,06 Triliun

Sementara itu, rasio Non Performing Loan (NPL) gross dari PNM tercatat sebesar 0,74 persen. Jumlah ini terdiri dari NPL Mekaar 0,13 persen dan ULaMM 2,52 persen. Kondisi NPL konsolidasi itu menurun dibandingkan dengan Juni 2020 sebesar 1,54 persen, terdiri dari NPL Mekaar 0,15 persen dan ULaMM 3,77 persen.

Sejalan dengan meningkatnya penyaluran, jumlah nasabah PNM juga bertambah dengan pesat. Sampai Juni 2021, total nasabah tercatat sebanyak 9,9 juta atau tumbuh 59 persen (yoy). Terdiri dari 9,77 juta nasabah PNM Mekaar dan sekitar 132 ribu nasabah PNM ULaMM. 

Berita Terkait : Gaet Batumbu, CIMB Niaga Salurin Pembiayaan UMKM

"Ini membuat PNM menjadi penyalur pembiayaan berbasis kelompok terbesar di dunia, melampaui Grameen Bank asal Bangladesh," pungkasnya. [DWI]