Dark/Light Mode

Holding Panas Bumi Terus Dimatangkan

Pertamina Geothermal Bakal Makin Perkasa

Minggu, 1 Agustus 2021 05:20 WIB
Holding BUMN Panas Bumi Bakal Jadi Perusahaan Energi Terbesar Dunia. (Foto : Dok. pertamina).
Holding BUMN Panas Bumi Bakal Jadi Perusahaan Energi Terbesar Dunia. (Foto : Dok. pertamina).

RM.id  Rakyat Merdeka - Holding Panas Bumi atau Geothermal Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diprediksi menjadi grup energi terbesar di dunia. Pembentukannya kini terus dimatangkan.

Holding tersebut terdiri dari PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), PT Geo Dipa Energi (Persero) atau Geo Dipa, dan PT PLN Geothermal (Persero). PGE digadang-gadang menjadi induk dari holding, yang ditargetkan terbentuk pada 2021 ini.

Baca juga : Pembelian Oxford United Dituntaskan, Erick Dan Anindya Bakal Kuasai 51 Persen Saham

“Kami ingin ini menjadi satu kesatuan. Sebuah grup yang nan­ti kalau tidak salah bisa terbesar di dunia,” sebut Erick dalam webinar Media Group News Summit Series: Indonesia Green Summit 2021, Selasa (27/7).

Pihaknya menggarisbawahi, proses pembentukan sudah disepakati bersama dengan Kementerian Teknis. Salah sa­tunya Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Langkah ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga : Bamsoet Minta Kemenkes Optimalkan Pemberian Vaksin Booster Bagi Nakes

Erick memastikan, Holding Geothermal mendukung pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Saat ini, peta jalan atau roadmap holding BUMN Geothermal disusun untuk mewujudkan kehidupan ramah lingkungan atau eco lifestyle.

Mantan bos Inter Milan ini mencatat, saat ini telah terjadi transisi kelistrikan dari fosil ke energi terbarukan. PLN menjadi perusahaan negara yang cukup dominan mendorong realisasi EBT hingga 2060. Untuk itu EBT akan dijalankan sesuai dengan perkembangan permintaan listrik di dalam negeri.

Baca juga : Kilang Pertamina Gelar Vaksinasi Covid-19

Sebagai informasi, saat ini kapasitas Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) milik PGE mencapai 672 Megawatt (MW). Kapasitas tersebut lebih besar dibanding kapasitas PLTP ke Geo Dipa sebesar 120 MW mau­pun PLN yang sebesar 13 MW.

Menyoal ini, Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto mendukung terbentuknya holding. Menurutnya, pembentukan holding panas bumi berpotensi membuat kekuatan anak usaha PT Pertamina (Persero) itu sebagai induk hold­ing akan menjadi semakin besar.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.