Dark/Light Mode

Kucurkan Rp 20,6 M

PLN Terangi 2.678 Kepala Keluarga Di NTT Dan Perbatasan Timor Leste

Selasa, 17 Agustus 2021 22:30 WIB
PLN Terangi Desa Di NTT dan Perbatasan Timor Leste. (Dok. PLN)
PLN Terangi Desa Di NTT dan Perbatasan Timor Leste. (Dok. PLN)

 Sebelumnya 
Luapan sukacita datang dari Lukas Ndaparehing (74), warga Desa Marada Mundi. Lukas yang berprofesi sebagai petani ini berharap dengan hadirnya listrik ini akan dapat mendukung perekonomian warga.

“Kami mengapresiasi upaya PLN menghadirkan listrik untuk warga desa ini. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian di desa kami khususnya di sektor pertanian dan perkebunan” ujarnya.

Selain itu, apresiasi datang dari Simplisius Akoit (42), warga Desa Patisirawalang. Pria paruh baya yang berprofesi sebagai nelayan tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya.

Menurutnya, di era teknologi yang berkembang saat ini, listrik sangat diperlukan.

Baca juga : Kado Kemerdekaan, PLN Terangi Desa Terpencil Di Tapanuli Utara

“Apalagi anak sekolah belajar dari rumah, kita bekerja dari rumah, sehingga sangat membantu dalam aktivitas kita sehari-hari. Apalagi kami sebagai nelayan dengan adanya listrik hasil tangkapan kami dapat disimpan lebih lama karena sudah ada pendingin” ucap Simplisius dengan raut gembira.

Desa Berlistrik Capai 96,6 persen

Dengan kesigapan PLN, lanjut Jatmiko, Rasio Desa berlistrik (RDB) di NTT kini telah mencapai 96,6 persen, sementara Rasio Elektrifikasi (RE) untuk wilayah NTT telah mencapai 88,82 persen.

“Merupakan kado manis dari PLN menyambut HUT RI ke 76, PLN khususnya di NTT dapat melistriki hingga ke daerah-daerah terpencil. Kami akan terus upayakan pemerataan listrik, sesuai dengan misi PLN untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui ketersediaan listrik” kata Jatmiko.

Baca juga : Jerman Gelontorkan Rp 445,8 Juta Bagi Korban Banjir Timor Leste

Upaya PLN menghadirkan listrik di wilayah 3T bukan tanpa tantangan. Ada tantangan geografis dan infrastruktur jalan yang sangat ekstrem dihadapi selama menjalankan misi kelistrikan ini.

Meski demikian, hal ini menjadi motivasi bagi insan PLN di NTT, untuk memberi warna bagi masyarakat dalam momen peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Tak hanya sampai di desa terpencil lanjut Jatmiko, PLN turut juga melistriki dusun sejalan dengan Instruksi Presiden No 1 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Perbatasan Negara di Aruk, Motaain dan Skouw pada 11 Januari 2021.

Sejalan dengan itu, di NTT telah ditetapkan 3 Program utama PLN dalam Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Perbatasan Negara Motaain. Adapun 3 program utama itu yakni, pembangunan jaringan listrik di Dusun Webua Desa Dafala Kec. Tasifeto Timur.

Baca juga : Kantongi Rp 21,9 T Dari IPO, Bukalapak Cetak Rekor Di Pasar Modal

Pekerjaan yang sudah diselesaikan pada 10 Februari 2021. Selain itu, Pembangunan Listrik jalur Sabuk Merah Perbatasan Atambua – Motaain sepanjang 4,2 kms untuk mendukung Layanan Premium PLBN (Pos Lintas Batas Negara) Motaain yang disuplai dari 2 Penyulang.

Pekerjaan ini pun telah diselesaikan pada Mei 2021. Terakhir, pembangunan jaringan listrik di Dusun Manekiik Desa Sarabau Kec. Tasifeto Timur yang pembangunan Jaringannya akhirnya dituntaskan pada 13 Agustus 2021. Kemudian dilanjutkan dengan penyambungan ke pelanggan baru.

Seluruh pekerjaan ini dipantau secara rutin oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Semoga dengan Terangnya desa dan dusun di NTT, menjadi wujud kerja nyata PLN di tengah masa pandemi dan menambah kesejahteraan bagi masyarakat," ujar Jatmiko. [FAZ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.