Dark/Light Mode

Kado Kemerdekaan, PLN Terangi Desa Terpencil Di Tapanuli Utara

Sabtu, 14 Agustus 2021 10:08 WIB
Ilustrasi PLN percepat pembangunan infrastruktur listrik untuk daerah terpencil. (foto:net)
Ilustrasi PLN percepat pembangunan infrastruktur listrik untuk daerah terpencil. (foto:net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bupati Tapanuli Utara (Taput), Nikson Nababan mengapresiasi gerak cepat PT PLN (Persero) memberikan akses listrik untuk warganya di 8 desa dan dusun Parik di Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara. 

“Kini, warga Parmonangan, baik di desa dan dusun sudah dapat menikmati akses listrik selama 24 jam. Seluruh Taput hingga pelosok sudah terang benderang. Pada akhir tahun 2021 semua akan tuntas," kata Nikson, Sabtu (14/8).

Untuk menerangi desa dan dusun tersebut, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 10 kilometer sirkuit (kms), dan jaringan tegangan rendah sepanjang 14 kms serta 10 gardu distribusi berkapasitas 250 kilovolt ampere (kVA). 

Berita Terkait : Kasus Korupsi Pemeriksaan Pajak, KPK Tahan Pejabat Ditjen Pajak

Konstruksi infrastruktur kelistrikan tersebut, menelan biaya Rp 9,7 miliar.
Salah satu dusun yang dilistriki, yakni Aek Matio Jae yang sebelumnya memiliki pembangkit listrik berbasis air, dan dibangun secara swadaya pada 2012 lalu. 

Namun pembangkit ini mengalami kerusakan pada tahun 2020 lalu sehingga masyarakat hanya dapat menikmati listrik selama 5 jam dalam sehari.

Masuknya, akses listrik dari PLN kini bisa menjangkau ribuan kepala keluarga. 

Berita Terkait : Akhirnya, 2 Desa Terpencil Di Tapanuli Utara Kini Nikmati Listrik PLN 24 Jam

Secara khusus, di Dusun Aek Matio Jae, ada sekitar 494 KK bisa merasakan kehadiran listrik secara optimal.

General Manager PLN UIW Sumut, Pandapotan Manurung mengatakan, kehadiran jaringan dan akses listrik ini turut berkontribusi meningkatkan rasio elektrifikasi wilayah Sumatera Utara dari 99,82 persen  menjadi 99,99 persen.

"Diharapkan hadirnya listrik di 8 desa dan dusun ini maka akan memberikan dampak positif kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari," harap Pandapotan.

Berita Terkait : Kuliah Kewirausahaan, Menpora Ingin Mahasiswa Jadi Pencipta Lapangan Kerja

Pandapotan menyebut, bahwa sebelumnya masyarakat mengupayakan listrik secara swadaya. Hal ini menimbulkan kesulitan tersendiri dalam mengembangkan kegiatan sosial dan perekonomian serta aktivitas warga lainnya. [MFA]