Dark/Light Mode

Jadwal Pembentukan Masih On The Track

Holding BUMN Indhan Targetkan Genjot TKDN

Rabu, 18 Agustus 2021 05:20 WIB
Ilustrasi. Pemerintah melalui Kementerian BUMN memiliki target pembentukan Holding BUMN Industri Pertahanan. (Foto: MNC Media)
Ilustrasi. Pemerintah melalui Kementerian BUMN memiliki target pembentukan Holding BUMN Industri Pertahanan. (Foto: MNC Media)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertahanan sudah menyiapkan program untuk mendongkrak kinerja holding industri pertahanan (indhan). Salah satunya, menargetkan peningkatan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Rencana pembentukan holding Indhan masih on the track. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang holding bernama Defence Industry Indonesia (Defend ID), pembentukan selesai pada September 2021.

Dalam pembentukan holding, PT Len Industri (Persero) ditunjuk menjadi Ketua Tim Percepatan Holding Indhan. Anggotanya, PT Pindad (Persero), PT Dahana (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan PT PAL Indonesia (Persero).

Baca juga : Habib Zahir Yahya: Tinggalkan dan Tanggalkan Semua Selain Tuhan

Kepala Departemen Humas PT PAL Indonesia (Persero) Utario Esna Putra mengatakan, bila holding ini terbentuk, langkah pertama yang diupayakan perseroan yakni terkait dengan peningkatan TKDN.

“Kami upayakan peningkatan awarenesss dari industri komponen lokal. Jadi, nanti yang bergerak tidak hanya BUMN Indhan yang tergabung dalam klaster ini. Tetapi juga seluruh supply chain di belakangnya,” ung kapnya, saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Saat ini, proses harmonisasi antar kementerian dan stakeholder lainnya masih terus dimatangkan melalui sejumlah rangkaian FGD (Focus Group Discussion).

Baca juga : Jelang Idul Adha, Kementan Jamin Ketersediaan Hewan Kurban Aman

“Semoga, tahun ini bisa terealisasi,” katanya.

Manager Hubungan Masyarakat PT Dahana (Persero) Juli Jajuli menjelaskan, pembentukan holding ini bertujuan untuk mensinergikan seluruh proyek yang saling berhubungan. Sehingga, kinerja industri ini bisa lebih efektif dalam mencapai target dari pemegang saham.

“Ini sematamata demi mendukung kemandirian alutsista (alat utama sistem senjata) nasional. Sehingga bangsa ini lebih disegani,” kata Juli kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Holding Hotel BUMN Mau Ngalahin Accor Dan Marriott

Dia menuturkan, holding ini ditargetnya bisa masuk dalam daftar Top 50 Defence Global Company di 2024.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.