Dark/Light Mode

Pertamina Patra Niaga Sebut Solar Industri Dijual Dengan Skema B2B

Rabu, 15 September 2021 18:24 WIB
Ilustrasi (Foto: Ist)
Ilustrasi (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Terkait adanya website yang mencantumkan daftar harga produk Solar Industri Pertamina, PT Pertamina Patra Niaga, selaku Sub Holding Commercial & Trading (SH C&T) Pertamina menyatakan bahwa website tersebut tidak terafiliasi ataupun perwakilan resmi perusahaan. 

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T PT Pertamina (Persero), Putut Andriatno dalam keterangannya menjelaskan bahwa produk Solar Industri merupakan produk yang dijual dengan skema Business-to-Business (B2B), di mana harga jual yang disepakati tertuang dalam kontrak antara Pertamina Patra Niaga dengan mitra bisnisnya, dan harga tersebut tidak bisa menjadi acuan untuk pihak lain. 

Berita Terkait : Ketua Satgas Imbau Vaksinasi Harus Sejalan Dengan Prokes Ketat

“Untuk skema B2B atau penjualan Solar Industri, kami tidak pernah mengumumkan harganya secara umum karena berkaitan dengan sensitivitas pasar dan persaingan usaha. Selama ini, update harga Solar Industri kami sampaikan secara berkala langsung kepada konsumen kami ataupun calon konsumen, dan harga yang berlaku sesuai dengan kontrak pekerjaan yang disepakati,” jelas Putut dalam keterangan resmi, Rabu (15/9). 

Putut melanjutkan, calon konsumen produk Solar Industri ataupun produk-produk energi industri lainnya sebaiknya tidak menjadikan website yang mencantumkan harga Solar Industri tersebut sebagai acuan harga produk yang dijual Pertamina Patra Niaga, meskipun di website tersebut ada atribut Pertamina.

Berita Terkait : PSI Tawarkan Quarantine In Paradise, Solusi Wisata Di Tengah Pandemi Covid

“Jadi jangan langsung mudah percaya. Kami pastikan sekali lagi, bahwa Pertamina Patra Niaga tidak terafiliasi dengan website tersebut, website resmi kami adalah  www.pertaminapatraniaga.com dan www.pertamina.com. Untuk lebih lengkapnya, masyarakat dan calon mitra bisnis produk Solar Industri dapat langsung menghubungi Pertamina Call Center (PCC) 135 untuk mendapatkan informasi yang valid,” tegas Putut. [EFI]