Dark/Light Mode

Aset Bank Muamalat Dikelola PPA, Ini Harapan Bos OJK

Kamis, 16 September 2021 11:13 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso. (Foto: ist)
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, menaruh harapan yang tinggi terhadap pemulihan kondisi permodalan PT Bank Muamalat Indonesia (BMI).

Hal ini ditandai dengan penandatanganan Master Restructuring Agreement (MRA) oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero), bersama Bank Muamalat dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Berita Terkait : Pemerintah Jamin Stok Vaksin Covid Dikelola Transparan

"OJK akan ikut mengawal babak baru pengelolaan Bank Muamalat yang memiliki basis nasabah yang loyal, dan dengan kondisi neraca dan keuangan yang semakin sehat," ujarnya, Kamis (16/9).

Untuk itu dengan kesempatan tersebut, Bank Muamalat mampu berkembang lebih luas termasuk melayani masyarakat memanfatkan layanan dan produk keuangan syariah. Menurut Wimboh, daya tahan bank ini telah teruji sehingga ini menjadi keyakinan tersendiri bagi otoritas, agar manajemen menjaga amanah ini dengan baik. 

Berita Terkait : Ngaku Diperas Bank Syariah, Jusuf Hamka Mau Dipanggil Bos OJK

OJK pun mendorong transformasi perbankan syariah di Indonesia menjadi digital syariah bank, sehingga memiliki nilai tambah dalam persaingan terutama juga untuk investor mengembangkan keuangan syariah di Indonesia.

Ke depan, sambung Wimboh, Bank Mualamat bisa menjadi role model bank syariah dalam memberikan layanan keuangan syariah dengan kualitas terbaik, konsep bagi hasil yang lebih kompetitif serta didukung managemen yang profesional dan integritas tinggi. "Sehingga harapan OJK, BMI akan menjadi lebih baik lagi," imbuhnya. [DWI]