Dewan Pers

Dark/Light Mode

Cekik Petani, Kelonggaran Kebijakan Cukai Dinanti

Jumat, 17 September 2021 13:51 WIB
Petani tembakau. (Foto: Ist)
Petani tembakau. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rencana pemerintah menaikkan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) pada tahun 2022 bikin petani tembakau dan pekerja di industri rokok khawatir. Kenaikan tarif CHT selama ini menghantui pabrikan dan memberikan tekanan bagi petani tembakau dan buruh rokok.

Pengamat Ekonomi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Prima Gandhi mengatakan, perlambatan perekonomian akibat pandemi Covid-19 membuat meningkatnya jumlah pengangguran karena adanya pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Kerugian ya pasti tenaga kerja dan bahan baku. Kalau bahan baku ke petani, ke tenaga kerja ya kenanya ke para buruh," ujar dia dalam keterangannya, Jumat (17/9).

Berita Terkait : Survei BI: Penyaluran Kredit Baru Naik Pada Agustus

Menurutnya, dalam Industri Hasil Tembakau (IHT), ketika terjadi penurunan produksi akibat permintaan berkurang, banyak pihak yang menjadi korban. Jika cukai naik, pasti yang ditekan perusahaan adalah tembakaunya yang dari petani.

"Cukai naik, perusahaan harus menjaga produksinya agar tidak tinggi biayanya. Petani lah yang jadi korbannya, belum lagi korban keadaan alam seperti musim hujan yang panjang," ingatnya.

Prima berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan nasib petani tembakau dan cengkih. Nasib petani tidak akan sejahtera kalau hasil tembakaunya tidak laku.

Berita Terkait : Cek Di Sini, SIM Keliling Polda Metro Hadir Di 5 Tempat

Ketua Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Budidoyo mengungkapkan keprihatinannya atas naiknya tarif CHT yang secara progresif setiap tahun.

"Semua prihatin di masa pandemi serba sulit ini tapi kita di sektor industri hasil tembakau dituntut memberikan sumbangsih yang besar. Pemerintah harusnya berikan kelonggaran," ujarnya.

Menurutnya, kebijakan pemerintah terhadap IHT selama ini seringkali berat sebelah.

Berita Terkait : Wakil Jaksa Agung Pede, Digitalisasi Pelayanan Kejaksaan Semakin Terasa

"Kami bukan semata-mata menyuarakan, mengingat masyarakat yang mengadu nasib di industri hasil tembakau yang paling merasakan kenaikan cukai ini," ucapnya. [KPJ]