Dark/Light Mode

Kemenves/BKPM: Riset Dan Inovasi Dukung Capaian Target Investasi

Senin, 20 September 2021 15:09 WIB
Deputi Deregulasi Penanaman Modal Kemenves/Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Yuliot. (Foto: Twitter)
Deputi Deregulasi Penanaman Modal Kemenves/Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Yuliot. (Foto: Twitter)

RM.id  Rakyat Merdeka - Arahan Presiden Joko Widodo tentang ekonomi berbasis inovasi menargetkan capaian investasi senilai Rp 900 triliun pada tahun ini. Kabar terbaru, pemerintah berencana meningkatkan target mencapai Rp 1.200 triliun untuk nilai investasi pada 2022.

Bagaimana strategi Kementerian Investasi (Kemenves) dalam memenuhi capaian tersebut?

Baca juga : Indonesia  Dukung Pertanian Afrika  Capai Target SDGs

"Untuk mencapai target investasi tersebut, selain memfasilitasi investor yang sudah masuk dan mendapatkan perizinan/fasilitas penanaman modal, Kemenves juga mendorong masuknya investasi besar untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri yang berbasiskan riset dan inovasi," ujar Deputi Deregulasi Penanaman Modal Kemenves/Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Yuliot saat dihubungi, Senin (20/9).

Dia mengungkapkan, pengembangan riset dan inovasi merupakan mandat dari Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Diharapkan, kolaborasi antara riset perguruan tinggi, lembaga riset Pemerintah, dan implementasi riset pada kegiatan industri dapat tercipta dengan adanya regulasi tersebut.

Baca juga : Kementan Dukung Perluasan Akses Pasar Ekspor Buah

"Riset dan inovasi akan berperan dalam mengembangkan investasi yang didasarkan atas potensi wilayah," imbuhnya.

Yuliot mencontohkan, hilirisasi bauksit, pulp & paper, oleochemicals, dan industri berbasis karet di Sumatera. Kemudian di Jawa, ada industri hulu dan petrochemical, ekosistem kendaraan listrik, dan jasa, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pendidikan.

Baca juga : Kemenpora Apresiasi Pemenang Kompetisi Inovasi Teknologi Terapan 2021

Kalimantan dan Sulawesi memiliki pengembangan industri hijau, smelter, pertanian, dan lain-lain. Maluku dan Papua ada industri pupuk, smelter, perikanan. Sementara Bali dan Nusa Tenggara, terdapat industri pariwisata dan kesehatan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.