Dark/Light Mode

PTPN V Raup Rp 168,8 Miliar Dari Sertifikasi ISCC Dan RSPO

Selasa, 21 September 2021 15:09 WIB
Foto udara Pembangkit Tenaga Biogas di unit pabrik kelapa sawit Terantam, Kabupaten Kampar, Riau. PTPN V terus berupaya menjalankan proses bisnis berkelanjutan dan lestari, yang ditunjukkan dengan diraihnya sertifikasi ISCC dan RSPO serta ISPO. (Foto: Ist)
Foto udara Pembangkit Tenaga Biogas di unit pabrik kelapa sawit Terantam, Kabupaten Kampar, Riau. PTPN V terus berupaya menjalankan proses bisnis berkelanjutan dan lestari, yang ditunjukkan dengan diraihnya sertifikasi ISCC dan RSPO serta ISPO. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anak perusahaan Holding Perkebunan PTPN III, PT Perkebunan Nusantara V berhasil meraup Rp 168,8 miliar dari premi penjualan Crude Palm Oil (CPO) dan palm kernel oil dengan harga premium karena memiliki sertifikasi standar karbon internasional atau International Sustainability & Carbon Certification (ISCC) serta Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Senior Executive Vice President PTPN V Rurianto mengatakan, PTPN V merupakan perusahaan perkebunan milik negara pertama yang mengantongi sertifikasi standar Eropa ISCC, sejak 2018 silam.

Saat ini, 70 persen unit pabrik kelapa sawit (PKS) dan kebun PTPN V telah mengantongi sertifikasi berstandar internasional tersebut.

Baca juga : Bansos Efektif Bikin Warga Mau Divaksin

"Begitu kita juga telah memiliki RSPO yang mencapai 75 persen dari seluruh unit. Baik ISCC maupun RSPO memberikan keuntungan berupa harga premium untuk produk PTPN V. Sejak 2019, perusahaan mendapat keuntungan harga premium mencapai Rp 168,8 miliar atau rata-rata Rp 61 miliar per tahun," kata Ruri di Pekanbaru, Provinsi Riau, Selasa (21/9).

Ia mengatakan, saat ini 8 dari 12 PKS, dan 10 unit kebun PTPN V telah mengantongi sertifikasi ISCC. Di antaranya Tandun, Rokan, Lubuk Dalam, Terantam, Tanjung Medan, Sungai Pagar, Intan, dan Tapung.

Sementara, 4 PKS dan unit kebun lainnya diperkirakan akan mengantongi sertifikasi yang mampu memberikan kontribusi tambahan harga 10-15 dolar AS per ton CPO tersebut pada 2023 mendatang.

Baca juga : Tok, MU Tebus Varane Rp 702 Miliar Dari El Real

Tak berhenti sampai di situ, kata Ruri, pihaknya tahun depan akan melakukan proses sertifikasi. Ditargetkan pada 2023 seluruhnya selesai, dan 100 persen tersertifikasi ISCC. Menurut dia, langkah tersebut sejalan dengan transformasi korporasi dalam upaya peningkatan kinerja berkelanjutan dan berdampak pada upaya-upaya menekan emisi dan penurunan gas rumah kaca.

"ISCC berfokus pada sejumlah kriteria. Paling utama adalah kadar gas rumah kaca (GRK) yang harus berada di bawah ambang batas 1.000 CO2Eq," terang Ruri.

Untuk itu, sertifikasi ISCC diharapkan lebih mudah menyusul pembangunan empat Pembangkit Tenaga Biogas (PTBg) Cofiring di empat PKS PTPN V direncanakan rampung hingga 2021 ini. Keberadaan empat PTBg tersebut akan melengkapi dua Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) yang telah berdiri sebelumnya.

Baca juga : KPK Setor Rp 10 Miliar Uang Pengganti Dan Denda Ke Kas Negara

"Dengan PTBg maka pabrik PTPN V terbantu karena gas metan yang dilepaskan ke udara tidak hanya berkurang. Tapi konversi gas ini malah bisa menjadi nilai tambah dengan dimanfaatkan menjadi sumber energi," jelas Ruri.

Lebih jauh, ia menargetkan target yang ditetapkan untuk RSPO justru lebih cepat. Ruri mengatakan hingga saat ini 9 PKS dan 1 pabrik Palm Kernel Oil (PKO) mengantongi sertifikasi. Saat ini, proses penilaian, dan di 3 PKS maupun kebun lainnya masih berlangsung. Targetnya, pada 2022 seluruh unit PTPN V akan tersertifikasi RSPO.

"Kami berkomitmen untuk terus menekan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari seluruh rangkaian kegiatan produksi perkebunan sawit. Sertifikasi ISCC dan RSPO ini menunjukkan produk yang kami hasilkan memenuhi standar energi terbarukan Uni Eropa (UE Renewable Energy Directive), serta komitmen kami sebagai produsen CPO yang bertanggung jawab terhadap lingkungan," pungkasnya. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.